Wow, Sisa Sampah Banjir KBB Mencapai 58 Ton
Pasca diterjang banjir saat pergantian tahun 2019, sampah yang menumpuk di wilayah Bandung Barat mencapai 58 ton. Bahkan, jumlahnya bisa bertambah lantaran hingga kini petugas masih melakukan pengangkutan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Ngamprah - Pasca diterjang banjir saat pergantian tahun 2019, sampah yang menumpuk di wilayah Bandung Barat mencapai 58 ton. Bahkan, jumlahnya bisa bertambah lantaran hingga kini petugas masih melakukan pengangkutan.
Kepala UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat (KBB) Rudi Huntadi menyebutkan, 58 ton sampah tersebut diangkut di tiga titik berbeda yang terkena banjir di awal 2020, yakni Perum Cimareme Indah, Kampung Lebaksari atau underpass Padalarang, dan Kampung Pajagalan.
"Banjir yang menerjang perumahan menghasilkan 50 ton sampah, sisanya delapan ton dari Kampung Pajagalan dan Lebaksari," katanya saat dihubungi, Minggu (5/1/2020).
\Bahkan, lanjutnya, untuk mengambil sampah di Perumahan Cimareme Indah pihaknya sampah delapan kali bolak-balik membawa sampah. Lantaran sampah sisa banjir itu basah, seperti sampah plastik bekas makanan, kain dan sampah alat-alat rumah tangga.
Saking banyaknya tumpukan sampah, lanjutnya, hingga Minggu (5/1/2019), pengangkutan sampah kembali dilanjutkan dan akan dilakukan hingga sampah sisa banjir bandang benar-benar bersih, namun membutuhkan waktu yang cukup lama.
"Pengakutan bertahap, lantaran banyak driver kelelahan karena selain mengakut sampah sisa banjir, pengangkutan samah yang terjadwal juga harus diperhatikan," ujarnya.
Bahkan, kata Rudy, pengangkutan sampah yang rutin juga hingga saat ini belum semua terlayani karena keterbatasan sopir mobil pengangkut sampah yang ada di UPT Kebersihan KBB.
Saat ini pihaknya hanya memiliki armada 6 dump truk dan 2 kendaraan pengangkut sampah liar (KPSL) dengan pengangkutan bervariasi ada yang satu rit dan ada yang tiga rit. (Ahmad Sayuti)
Editor : JakaPermana

