Wuih....Setiap Jam, Air Waduk Jatiluhur Turun 2 Cm

Ini situasi yang cukup mengkhawatirkan di Waduk Jatiluhur. Penurunan debit airnya di musim kemarau terjadi setiap detik, setiap menit, setiap jam.

Wuih....Setiap Jam, Air Waduk Jatiluhur Turun 2 Cm

INILAH, Purwakarta – Ini situasi yang cukup mengkhawatirkan di Waduk Jatiluhur. Penurunan debit airnya di musim kemarau terjadi setiap detik, setiap menit, setiap jam.

Direktur Operasi dan Pengembangan Perum Jasa Tirta II Jatiluhur, Antonius Aris Sudjatmiko, mengatakan penyusutan air di Waduk Jatiluhur ini mencapai dua sentimeter per jamnya. Artinya, lebih cepat dari biasanya.

“Jika sampai September tidak ada hujan, maka status Waduk Jatiluhur dalam kondisi sangat kering,” ujar dia di Purwakarta, Jumat (26/7/2019).

Penyusutan ini, tentu saja, cukup mengkhawatirkan mengingat Waduk Jatiluhur dimanfaatkan untuk banyak hal. Selain penyuplai air minum, air Waduk Jatiluhur juga dimanfaatkan untuk irigasi dan tenaga listrik.

Direktur Utama PJT II Jatiluhur, U Saefuddin Noer, menuturkan penyusutan air ini sebenarnya menjadi hal normal di musim kering seperti sekarang ini. Apalagi, perbandingan air yang masuk dan keluar melalui waduk buatan itu tidak berimbang.

“Namun demikian, kami pastikan ketersediaan air untuk kebutuhan air baku dan irigasi ke wilayah hilir masih cukup aman,” ujar Saefuddin.

Saat ini, kata dia, tinggi muka air (TMA) di waduk buatan itu berada di level 99,7 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Artinya, elevasi air saat ini ini masih cukup normal. Namun, jika cuaca panasnya cukup ekstrem seperti ini, ketersediaan air hingga batas minimum normalnya, itu hanya bertahan hingga Okteber mendatang.

“Jika sampai September nanti, tidak ada hujan maka air yang ada di waduk ini hanya bisa mencukupi kebutuhan untuk PLTA, irigasi dan air minum sampai Oktober saja,” jelas dia. (asep mulyana)


Editor : Zulfirman