Yayasan EBU Adakan Workshop Metode Deep Learning di Sekolah, Ini Manfaatnya...

Yayasan Edukasi Bangsa Unggul (EBU) mengajak para kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor serta Depok untuk menerapkan metode pembelajaran mendalam (deep learning) di satuan pendidikan masing-masing. 

Yayasan EBU Adakan Workshop Metode Deep Learning di Sekolah, Ini Manfaatnya...
Kegiatan workshop peningkatan kompetensi pendidik itu berlangsung selama dua hari. Workshop bertema Peningkatan Kompetensi Profesional Kepala Sekolah dalam Kepemimpinan dan Manajemen Sekolah Berorientasi Pembelajaran Mendalam itu diselenggarakan secara hybrid dan daring. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Yayasan Edukasi Bangsa Unggul (EBU) mengajak para kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor serta Depok untuk menerapkan metode pembelajaran mendalam (deep learning) di satuan pendidikan masing-masing. 

Kegiatan workshop peningkatan kompetensi pendidik itu berlangsung selama dua hari. Workshop bertema Peningkatan Kompetensi Profesional Kepala sekolah dalam Kepemimpinan dan Manajemen sekolah Berorientasi Pembelajaran Mendalam itu diselenggarakan secara hybrid dan daring.

Materi pada hari pertama difokuskan pada penguatan kepemimpinan dan manajemen sekolah, meliputi kepemimpinan transformatif abad 21, pola pikir bertumbuh (growth mindset), dan kerangka kerja pembelajaran mendalam. 

Peserta workshop juga mempelajari penyelarasan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan dengan konsep pembelajaran mendalam, termasuk prinsip dan asesmen belajarnya.

Pada hari kedua, kegiatan bakal dilanjutkan dengan bimbingan teknis secara daring. Para peserta workshop menyusun rencana implementasi inkuiri kolaboratif secara terstruktur, serta menutup kegiatan dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). 

Melalui kegiatan itu, para pimpinan di sekolah diharapkan dapat menerapkan strategi kepemimpinan yang berorientasi pada metode deep learning di sekolah masing-masing.

Ketua Yayasan EBU Rahmat Fadhli menuturkan, kegiatan workshop tersebut merupakan upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas kepala sekolah dan Qaka kurikulum di Jawa Barat. 

“Alhamdulillah kegiatan bimbingan teknis peningkatan kompetensi berkelanjutan ini berjalan sukses. Pesertanya sangat banyak, hampir 300 orang. Animo dari kepala sekolah dan Waka kurikulum luar biasa. Kami berharap kegiatan semacam ini dapat ditularkan ke kabupaten maupun kota lainnya,” tutur Rahmat Fadhli kepada wartawan, Kamis 30 Oktober 2025.

Rahmat Fadhli mengatakan, metode deep learning dipilih karena sesuai dengan arah pengembangan pendidikan masa kini yang menekankan pengenalan karakteristik dan potensi setiap individu. 

"Kami ingin siswa, guru, dan kepala sekolah memahami potensi dirinya masing-masing. Ada yang lebih nyaman belajar dengan cara auditori, visual, atau kinestetik. Dengan metode  deep learning potensi itu bisa dikembangkan sehingga berdampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta sejumlah praktisi pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Barat, Purwanto, yang turut hadir, menegaskan pentingnya transformasi tata kelola pendidikan. Menurutnya, sekolah merupakan akar sistem pendidikan nasional yang harus menjadi pusat perubahan.

“Kalau Indonesia ingin maju, kita harus mengubah tata kelola pendidikan. sekolah-sekolah sebagai akar sistem pendidikan nasional harus melakukan transformasi layanan pembelajaran. Sekolahnya harus kuat, ekosistemnya harus kuat, dan kepala sekolahnya harus punya visi yang jelas,” kata Purwanto.

Ia menambahkan, transformasi itu perlu dimulai dari unit terkecil, yaitu ruang kelas. Guru harus mampu mengelola kelas dengan baik dan memberikan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa serta lingkungan.  

"Ketika guru dan siswa mampu melakukan transformasi diri, maka sistem pendidikan kita akan maju,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala sekolah (MKKS) Bogor Dede Agus Suherman menilai kegiatan workshop tersebut sangat bermanfaat dalam memperkuat pemahaman kepala sekolah dan Waka kurikulum terhadap metode deep learning.

“Alhamdulillah kegiatan workshop ini sangat menunjang peningkatan kompetensi kepala sekolah dan Waka kurikulum. Materi yang diperoleh dapat diaplikasikan di satuan pendidikan masing-masing dan akan disosialisasikan kepada guru-guru di sekolah,” ujar Dede Agus Suherman.

Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan dikembangkan agar wawasan para kepala sekolah semakin luas. 

“Jangan berhenti sampai di sini. Harus ada program lanjutan untuk memperkaya pengetahuan dan meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat. Jawa Barat istimewa, dan pendidikannya harus menjadi nomor satu di Indonesia,” harap Dede Agus Suherman.


Editor : Doni Ramdhani