Dedi Mulyadi Turun Tangan, Tunggakan Sekolah Anak Warga Depok Segera Ditangani
Persoalan tunggakan biaya sekolah membuat seorang warga Kota Depok harus mencari bantuan hingga ke Lamongan, Jawa Timur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Persoalan tunggakan biaya sekolah membuat seorang warga Kota Depok harus mencari bantuan hingga ke Lamongan, Jawa Timur. Keluhan tersebut akhirnya sampai ke Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan langsung ditindaklanjuti.
Warga bernama Purnomo mengungkapkan, seorang ibu asal Depok mendatanginya untuk meminta bantuan menyelesaikan persoalan pendidikan dua anaknya yang bersekolah di sekolah swasta.
Beban tunggakan yang harus diselesaikan tidak kecil. Anak yang menempuh pendidikan di SMK disebut memiliki tunggakan lebih dari Rp7 juta. Sementara anak lainnya yang bersekolah di SMP memiliki tunggakan sekitar Rp2,5 juta. Persoalan itu semakin pelik, lantaran ijazah anak tersebut disebut masih ditahan pihak sekolah.
Merespons hal tersebut, Dedi Mulyadi memastikan persoalan warga Depok itu segera mendapatkan penyelesaian.
Dia mengatakan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Depok Supian Suri terkait masalah yang dialami warga tersebut. Koordinasi itu dilakukan agar pemerintah daerah dapat segera menangani persoalan pendidikan yang dikeluhkan.
"Saya sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Depok, juga akan segera menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh warganya," ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (13/9/2026).
Tidak hanya koordinasi dengan pemerintah daerah, Dedi juga menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Purwanto untuk berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah.
"Dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat hari ini menghubungi segera pihak sekolahnya," ucapnya.
Bagi Dedi, laporan warga yang datang secara langsung merupakan persoalan yang harus mendapat respons. Ia menyebut masyarakat yang mendatangi Balai Karipuh di Lembur Pakuan tidak hanya membawa persoalan pendidikan, tetapi juga berbagai persoalan lain.
"Setiap hari banyak orang datang, ratusan orang, untuk mengadu masalah-masalah yang dihadapi. Dari mulai urusan pendidikan, urusan kesehatan, kemudian juga kadang-kadang urusan utang piutang, bahkan sampai urusan pribadi dan keluarga," katanya.
Dedi pun mengapresiasi Purnomo yang telah menerima warga Depok tersebut dan membantu meneruskan persoalannya. Ia menegaskan, pengaduan masyarakat akan tetap menjadi perhatian pemerintah, termasuk laporan yang datang dari warga di luar wilayah Jawa Barat.
Editor : Doni Ramdhani

