Holding Ultra Mikro Catat 2,35 Juta Nasabah Naik Kelas Berkat Pendampingan Bisnis
Memasuki lima tahun perjalanan Holding Ultra Mikro (UMi), edukasi manajemen bisnis dan pendampingan terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan pemberdayaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INLAHKORAN.ID - Memasuki lima tahun perjalanan Holding Ultra Mikro (UMi), edukasi manajemen bisnis dan pendampingan terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan pemberdayaan masyarakat prasejahtera.
Melalui pendekatan tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mencatat 2,35 juta nasabah program Mekaar berhasil naik kelas dan mengakses layanan keuangan formal hingga Juni 2026.
Direktur Utama PNM Kindaris menjelaskan, penyaluran modal di segmen ultra mikro tidak akan berjalan optimal tanpa adanya intervensi pengetahuan. Menurutnya, nasabah sangat membutuhkan pemahaman terkait manajemen bisnis dasar dan keterampilan pengelolaan keuangan agar usaha mereka dapat tumbuh berkelanjutan.
"Bagi kami, pembiayaan bukan sekadar menyalurkan modal, melainkan ada proses pendampingan agar nasabah mampu mengelola bisnis, meningkatkan pendapatan, hingga akhirnya meraih kemandirian finansial. Oleh karena itu, pembiayaan dan pemberdayaan wajib berjalan beriringan," ujar Kindaris dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (13/9/2026).
Hasil dari edukasi manajerial itu terlihat dari perubahan perilaku finansial nasabah yang sebelumnya tidak tersentuh perbankan (unbankable).
Berkat literasi yang diberikan, mereka kini mampu merencanakan keuangan menggunakan tabungan Simpedes UMi dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) serta mengenal instrumen investasi melalui tabungan emas dari PT Pegadaian.
Ke depan, Kindaris menegaskan bahwa kurikulum edukasi dan pendampingan PNM akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kapasitas manajerial masing-masing nasabah.
"Tiap nasabah memiliki fase perjalanan yang unik; ada yang baru merintis, sedang dalam tahap berkembang, atau sudah siap untuk naik kelas. Tugas kami adalah memberikan edukasi dan dukungan yang relevan di setiap tahapan tersebut," pungkasnya.
Dari sisi operasional usaha, edukasi tersebut berdampak pada tata kelola bisnis nasabah di akar rumput. Hal ini ditandai dengan kemampuan nasabah meningkatkan kapasitas produksi, mengelola pasokan bahan baku secara lebih baik, hingga membuka lapangan kerja baru di lingkungan sekitar.
Dalam ekosistem Holding UMi, peran edukasi dasar dari PNM tersebut ditopang oleh kapasitas pembiayaan lanjutan dari entitas lainnya.
Group CEO BRI Hery Gunardi menyatakan, integrasi ketiga entitas itu memastikan nasabah yang sudah teredukasi mendapatkan akses permodalan yang sesuai dengan kapasitas bisnis mereka.
"BRI hadir dengan jaringan luas dan kapasitas pembiayaan UMKM, Pegadaian berfokus pada pembiayaan gadai dan ekosistem emas, sedangkan PNM unggul di sisi pendampingan serta pemberdayaan kelompok usaha ultra mikro," kata Hery.
Editor : Doni Ramdhani

