YKI Kota Bogor Raih Dua Rekor MURI, Pemeriksaan Kanker Jangkau Ribuan Perempuan
YKI Cabang Kota Bogor meraih dua rekor MURI melalui pemeriksaan HPV DNA dan Sadanis secara seri. Kegiatan ini menjangkau ribuan perempuan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bogor meraih dua Piagam Penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diberikan atas rekor pemeriksaan HPV DNA secara seri kepada perempuan terbanyak dan pemeriksaan payudara klinis (Sadanis) secara seri kepada perempuan terbanyak.
Penghargaan diterima Ketua YKI Cabang Kota Bogor, Yantie Rachim, dalam kegiatan Pink Run di Taman Ekspresi, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu (31/10/2026).
Yantie menuturkan, dalam rangka Bulan Peduli Kanker Payudara, YKI Cabang Kota Bogor bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, puskesmas, serta unsur kewilayahan di tingkat kecamatan dan kelurahan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis HPV DNA dan Sadanis pada 1-23 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut mencapai puncaknya melalui penyelenggaraan Pink Run. Menurut Yantie, gerakan bersama ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan bagi para penyintas kanker di Kota Bogor.
"Rangkaian kegiatan tersebut mencapai puncaknya dalam Pink Run di Taman Ekspresi pada Sabtu (31/10/2026) kemarin. Kepedulian bersama menjadi penguat bagi para penyintas kanker di Kota Bogor. YKI Cabang Kota Bogor berupaya memastikan tidak ada pejuang kanker yang berjuang sendirian," ungkap Yantie dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2026).
Yantie menjelaskan, kepedulian tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan. Mulai dari mengunjungi kediaman penyintas, memberikan bantuan, mengedukasi keluarga tentang pentingnya deteksi dini, hingga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis secara berkelanjutan di berbagai wilayah.
Pelaksanaan pemeriksaan melibatkan banyak pihak, mulai dari organisasi profesi, tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi perempuan, instansi, lembaga, komunitas, hingga berbagai elemen masyarakat.
Yantie menyebut gerakan tersebut terbuka bagi perempuan dari Kota Bogor maupun luar daerah. Selain mengajak masyarakat menjaga kesehatan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk merangkul dan memberikan dukungan kepada para penyintas kanker.
Selama periode pelaksanaan, pemeriksaan Sadanis menjangkau 8.333 peserta, sedangkan pemeriksaan HPV DNA diikuti 6.175 peserta.
"Pemeriksaan gratis tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk meningkatkan upaya pencegahan dan deteksi dini kanker, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," jelasnya.
Yantie menegaskan, rangkaian kegiatan tersebut merupakan gerakan bersama yang berangkat dari kepedulian terhadap kesehatan perempuan dan para penyintas kanker.
"Kami peduli, kami hadir. Dan dari sini tidak ada seorang pun pejuang kanker yang berjuang sendirian. Karena setiap perempuan berhak mengetahui kondisi kesehatannya sebelum terlambat," paparnya.
Bersama Dinkes Kota Bogor, YKI juga secara intensif turun langsung ke wilayah. Melalui koordinasi dengan kecamatan, kelurahan, dan puskesmas, berbagai kegiatan edukasi serta pemeriksaan kesehatan dilaksanakan untuk menjangkau masyarakat lebih luas.
YKI turut berkeliling ke enam kecamatan untuk memberikan penguatan kepada para penyintas, mengedukasi masyarakat, serta mengajak perempuan melakukan pemeriksaan kesehatan.
"Alhamdulillah, satu kelurahan itu bisa sampai 100 orang pencapaiannya, bahkan ada yang lebih juga. Kami juga berkomitmen untuk terus melanjutkan gerakan kepedulian tersebut dengan menjangkau wilayah dan mendampingi para penyintas kanker. Kami akan turun terus ke wilayah untuk menyapa pasien kanker dan memberikan bantuan serta menguatkan mereka bahwa semua peduli," bebernya.
Sementara itu, Customer Relation Manager MURI, Lutfi Syah Pradana, mengatakan capaian YKI Kota Bogor merupakan rekor baru di tingkat daerah karena pemeriksaan dilakukan secara seri dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Menurut Lutfi, sebelumnya memang pernah ada pencatatan rekor serupa. Namun, kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di tingkat nasional oleh kementerian.
"Dan MURI belum memiliki catatan rekor yang dilakukan di lingkup wilayah satu kota dan Kota Bogor menjadi yang pertama. Kami berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat untuk terus menumbuhkan kepedulian masyarakat sekaligus mendorong keberlanjutan kegiatan pemeriksaan kesehatan," terangnya.
Lutfi berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini.
"Kami harapkan ini berlangsung secara terus-menerus dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terutama perempuan khususnya untuk berani, untuk tidak denial, untuk menyadari diri apa yang ada dalam dirinya dan berani untuk melakukan tes supaya lebih aware terhadap kondisi tubuhnya," tambah Lutfi.
Editor : Ahmad Sayuti

