Yuk, Mengakhirkan Sahur...
DARI sahabat Anas bin Malik radhilallahu anhu beliau berkata bahwasanya Nabi pernah bersabda: "Makanlah sahur! Karena sesungguhnya pada makanan sahur itu terdapat keberkahan." (H.R. Bukhari dan Muslim)
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
DARI sahabat Anas bin Malik radhilallahu anhu beliau berkata bahwasanya Nabi pernah bersabda: "Makanlah sahur! Karena sesungguhnya pada makanan sahur itu terdapat keberkahan." (H.R. Bukhari dan Muslim)
Fawaid Hadits:
Hadits ini menunjukkan bahwasanya makan sahur itu adalah sesuatu yang disyareatkan. Hadits ini juga menunjukkan bahwasanya, makan sahur itu sendiri adalah ibadah sesuatu yang dianjurkan, yang disunnahkan. Kenapa? Karena Rasulullah bersabda dalam hadits ini dalam ungkapan berbentuk perintah; makanlah sahur!
Dalam hadits ini terdapat isyarat bahwasanya perbuatan yang mubah, bisa jadi berubah menjadi sesuatu yang bernilai ibadah. Awalnya dia mubah, namun bisa berubah menjadi sesuatu yang disyariatkan atau sesuatu yang dianjurkan. Dan itu dengan niat tentunya. Karena seseorang jika dia meniatkan untuk makan dalam rangka bertaqorrub (mendekatkan diri kepada Allah Taala) maka aktifitas makannya tersebut akan bernilai ibadah di sisi AllahTaala karena Rasulullah bersabda "Dan seseorang akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang ia niatkan".
Dalam hadits ini, jika kita telaah secara mendalam, pada hakikatnya, makan sahur itu adalah aktifitas makan, mengisi perut. Namun manakala dia diperintahkan oleh Rasulullah atau dianjurkan oleh Rasul, kemudian kita meniatkannya dalam rangka taat kepada Rasulullah, dalam rangka mengikuti sunnah Rasulullah maka, di situlah ia bernilai ibadah. Penyebabnya adalah niat. Di sini pentingnya amalan hati yang bernama niat.
Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk mengkhirkan makan sahur. Kenapa? karena, lafadz dalam bahasa arab itu bermakna yaitu penghujung malam. Bagian akhir dari suatu malam itu namanya.
[baca lanjutan]
Sumber: Inilahcom
Editor : Bsafaat

