Zidane Dikabarkan Jadi Pengganti Deschamps Sebagai Manager Prancis, Begini Menurut Presiden FFF

Zidane Dikabarkan Jadi Pengganti Deschamps Sebagai Manager Prancis, Begini Menurut Presiden FFF
Zidane telah dirumorkan sebagai kandidat untuk menggantikan Didier Deschamps sebagai manajer Timnas Prancis pasca Piala Dunia 2022. (Instagram/@equipedefrance)

INILAHKORAN, Bandung - Zinedine Zidane telah dirumorkan sebagai kandidat untuk menggantikan Didier Deschamps sebagai manajer Timnas Prancis pasca Piala Dunia 2022. Adapun, Deschamps telah menangani Les Bleus sejak 2012.

Deschamps telah memimpin Prancis menuju kejayaan Piala Dunia 2018, kemudian menembus final pada Piala Dunia 2022. Sementara Zidane, di sisi lain, telah menjelma menjadi manajer sukses selama menukangi Real Madrid.

Namun, masa depan Deschamps masih belum pasti dan Presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF) Noel Le Graet telah membagikan pendapatnya tentang situasi tersebut.

"Saya tidak memikirkan fakta bahwa Didier bisa pergi. Beberapa jurnalis ingin itu berubah, tetapi saya sama sekali tidak terpengaruh oleh hal semacam ini. Didier melakukan pekerjaannya dengan baik, dia memiliki prioritas, dan saya pikir kami akan setuju," ujar Le Graet.

Le Graet lebih lanjut menambahkan bahwa dia lebih suka untuk mempertahankan Deschamps hingga Piala Dunia 2030.

"Mengapa tidak 2030? Kami akan menghabiskan waktu bersama untuk berbicara sedikit tentang apa yang terjadi di Qatar dan keinginannya, bagaimana kami mempertimbangkan Kejuaraan Eropa 2024," jelasnya.

Sementara itu, ia berbicara tentang kapan dia ingin memutuskan masa depan Didier Deschamps sebagai manajer Prancis.

"Tentu saja saya harus berbicara dengan beberapa anggota tentang itu, tapi menurut saya kami akan menyelesaikan ini di Guingamp. Jika dia tidak ingin bertahan, itu akan sangat singkat. Jika dia ingin bertahan, akan ada diskusi yang lebih panjang. Jika kita bisa menyelesaikan ini sebelum akhir tahun, jika memungkinkan," papar dia.

Sejak mengambil alih Prancis pada tahun 2012, Didier Deschamps telah berhasil membalikkan skuad Prancis yang sedang berjuang menjadi negara adidaya di dunia sepakbola.

"Didier telah membuat grup ini banyak berkembang. Hanya ada sembilan pemain tersisa pada 2018 di Qatar, dan ketika Anda melihat para pemain muda kembali dan bermain di klub-klub besar Eropa, Anda berkata pada diri sendiri bahwa reservoir itu penting," tambah Le Great.

"Para calon tidak lagi kalah dalam pertandingan juga, hasil kami di tim yunior bagus. Tim Prancis ini masih akan tumbuh pada tahun 2024, dan menurut saya apa yang baru saja mereka lakukan luar biasa. Prancis juga telah menunjukkan keterikatan yang besar dengan Les Blues," pungkasnya.*** (ridwan firdaus)


Editor : Doni Ramdhani