Prancis Targetkan Rekrut 100.000 Pekerja untuk Industri Pertahanan hingga 2030

Prancis menargetkan perekrutan 100.000 pekerja untuk industri pertahanan hingga 2030 melalui pelatihan vokasi dan satuan tugas khusus.

Prancis Targetkan Rekrut 100.000 Pekerja untuk Industri Pertahanan hingga 2030
istimewa

INILAHKORAN.ID – Menteri Tenaga Kerja Prancis Jean-Pierre Farandou mengumumkan rencana nasional untuk memenuhi kebutuhan Tenaga Kerja di sektor Industri Pertahanan dengan target merekrut 100.000 pekerja hingga 2030.

Rencana tersebut diluncurkan pemerintah Prancis untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan Tenaga Kerja di Industri Pertahanan, di tengah kelangkaan pekerja akibat pensiunnya Tenaga Kerja lama dan meningkatnya permintaan personel baru, menurut laporan surat kabar Le Figaro.

Pemerintah Prancis juga akan membentuk satuan tugas khusus sektor pertahanan yang dipimpin seorang purnawirawan jenderal. Menurut laporan Le Figaro pada Selasa, satuan tersebut akan melibatkan sekitar 30 konsultan yang memiliki spesialisasi di bidang pertahanan.

Strategi pemenuhan kebutuhan Tenaga Kerja itu turut menyasar sektor pendidikan dan pelatihan vokasi. Sebanyak 15.000 program pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan Industri Pertahanan.

Penyesuaian tersebut diharapkan dapat membantu menyediakan Tenaga Kerja dengan keterampilan yang dibutuhkan industri, terutama untuk menghadapi kebutuhan perekrutan yang meningkat.

Program tersebut juga akan melibatkan pejabat wilayah untuk menyusun peta jalan di tingkat lokal serta mengoordinasikan pelaksanaan berbagai langkah di lapangan.

Di sisi lain, rencana peningkatan kapasitas Industri Pertahanan juga mendapat sorotan dari kalangan pekerja.

Florent Grimaldi, perwakilan serikat pekerja CGT di pabrik Renault, sebelumnya mengatakan sebagian besar pekerja tidak ingin memproduksi persenjataan di lini perakitan yang selama ini diperuntukkan bagi kendaraan.

Menurut Grimaldi, para pekerja Renault menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) apabila menolak merakit persenjataan.

Kebijakan tersebut menunjukkan upaya pemerintah Prancis untuk memperkuat ketersediaan Tenaga Kerja bagi Industri Pertahanan, sekaligus menghadapi persoalan regenerasi Tenaga Kerja dan kebutuhan keterampilan yang semakin spesifik.***


Editor : JakaPermana