Retribusi Parkir Para Jukir di Kota Cirebon Bakal Gunakan QRIS
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon kini mengkaji penggunaan QRIS untuk penyetoran retribusi parkir oleh juru parkir ke kas daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon kini mengkaji penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk penyetoran retribusi parkir oleh juru parkir ke kas daerah.
Kepala Dishub Kota Cirebon Gunawan mengatakan, kajian dilakukan sebagai alternatif penyetoran retribusi. Sebab, jumlah kolektor parkir berkurang akibat sebagian pegawai memasuki masa pensiun.
“Yang sedang kami kaji itu mekanisme penyetoran dari juru parkir ke kas daerah. Jadi QRIS bukan untuk menggantikan pembayaran parkir masyarakat,” kata Gunawan dikutip dari Antara, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, mekanisme tersebut masih dalam tahap kajian sehingga penerapannya akan disesuaikan dengan kebutuhan penghimpunan retribusi parkir di lapangan.
Dishub Kota Cirebon, kata dia, saat ini mengelola retribusi dari 285 titik kantung parkir dengan sekitar 430 juru parkir.
Selain mengkaji QRIS, pihaknya memantau penerimaan parkir melalui sistem hitung dan lapor yang datanya dapat dilihat melalui dashboard secara realtime.
“Pergerakan penerimaan sekarang bisa kami pantau melalui sistem. Jadi setiap pemasukan dapat terlihat dan kami bisa mengetahui perkembangannya dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Dia menuturkan, realisasi retribusi parkir di Kota Cirebon pada 2025 mencapai Rp3,020 miliar atau 65,15 persen dari target Rp4,637 miliar.
Berdasarkan data yang dimiliki, penerimaan retribusi parkir hingga September 2026 mencapai Rp2,496 miliar atau 62,41 persen dari target tahun ini sebesar Rp4 miliar.
Gunawan menyebut rata-rata penerimaan retribusi parkir saat ini sekitar Rp11,2 juta per hari, serta masih melakukan pemantauan terhadap penerimaan dari setiap titik parkir.
“Kalau melihat penerimaan terakhir, rata-rata pendapatan parkir per hari berada di sekitar Rp11,2 juta. Kami masih terus mengoptimalkan potensi yang ada supaya penerimaannya bisa meningkat,” katanya.
Editor : Doni Ramdhani

