10 Ide Camilan Sehat dan Aman untuk Penderita Kolitis Ulseratif

Punya kolitis ulseratif? Simak 10 ide camilan sehat, enak, dan ramah pencernaan dari Healthline yang aman dikonsumsi tanpa memicu kekambuhan gejala.

10 Ide Camilan Sehat dan Aman untuk Penderita Kolitis Ulseratif
10 Ide Camilan Sehat dan Aman untuk Penderita Kolitis Ulseratif

INILAHKORAN.ID - Mengatur pola makan bagi penderita kolitis ulseratif (ulcerative colitis) sering kali menjadi tantangan tersendiri.

Peradangan kronis pada usus besar membuat penderitanya harus ekstra hati-hati dalam memilih makanan, karena makanan tinggi serat, lemak, atau gula dapat memicu kekambuhan (flare-up) gejala seperti diare dan nyeri perut.

​Meski demikian, memiliki kolitis ulseratif bukan berarti Anda tidak bisa menikmati camilan. Dilansir dari Healthline, berikut adalah 10 rekomendasi camilan lezat, bernutrisi, dan mudah dicerna yang aman bagi penderita kolitis ulseratif:

​1. Yogurt Yunani dengan Potongan Melon

​Yogurt Yunani (Greek yogurt) kaya akan probiotik, yaitu bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan usus dan menjaga kolitis ulseratif tetap dalam masa remisi (bebas gejala). Tambahkan potongan buah melon seperti cantaloupe atau honeydew untuk memberikan rasa manis alami tanpa gula berlebih. Jika Anda sensitif terhadap laktosa, pilihlah varian lactose-free yogurt.

​2. Hummus dan Keripik Pita (Pita Chips)

​Hummus terbuat dari olahan kacang arab (chickpea) yang kaya akan protein, zat besi, dan folat. Namun, karena kandungan seratnya, Crohn’s and Colitis Foundation menyarankan untuk memulainya dalam porsi kecil (sekitar 1/4 cangkir hummus dengan 2 ons keripik pita). Hindari keripik pita dari gandum utuh (whole wheat) saat gejala sedang kambuh.

​3. Kacang Arab Panggang (Roasted Chickpeas)

​Jika pencernaan Anda cocok dengan hummus, kacang arab panggang bisa jadi pilihan camilan renyah. Kacang arab mengandung serat larut jenis raffinose yang menghasilkan asam lemak butyrate. Butyrate berfungsi meredakan peradangan pada usus besar. Caranya cukup memanggang kacang arab yang sudah dibumbui sedikit minyak zaitun dan bubuk bawang putih.

​4. Smoothie Pisang

​Pisang adalah buah rendah serat yang sangat ramah bagi pencernaan dan kaya akan kalium. Kalium penting untuk menggantikan elektrolit tubuh yang hilang akibat diare saat gejala kambuh. Blending 1 buah pisang matang dengan susu rendah lemak (atau susu bebas laktosa/susu nabati) dan yogurt untuk smoothie yang menyegarkan.

​5. Sereal Rendah Serat dengan Susu Rendah Lemak

​Sereal tinggi serat atau olahan gandum utuh bisa memperparah diare saat flare-up. Sebaliknya, pilihlah sereal rendah serat seperti cornflakes, rice puffs, atau oatmeal. Anda bisa menyajikannya bersama susu rendah lemak, susu bebas laktosa, atau susu nabati (seperti susu kedelai, almond, atau oat).

​6. Keju dan Biskuit (Cheese and Crackers)

​Keju merupakan sumber protein, lemak sehat, dan kalsium yang baik untuk menjaga kepadatan tulang penderita kolitis ulseratif. Pilihlah keju keras (hard cheese) seperti parmesan, swiss, gouda, atau cheddar karena memiliki kandungan laktosa yang lebih rendah dibandingkan keju lunak sehingga lebih mudah dicerna.

​7. Wrap Pisang dan Mentega Kacang (Banana Nut Butter Wrap)

​Selai kacang (seperti almond butter atau peanut butter) tinggi akan protein. Pilih varian yang teksturnya halus (smooth) daripada yang renyah (crunchy) agar lebih mudah dicerna. Oleskan selai kacang pada roti pita atau tortilla, tambahkan irisan pisang, lalu gulung untuk dijadikan camilan praktis saat bepergian.

​8. Telur Rebus

​Telur adalah salah satu sumber protein yang sangat baik dan umumnya ditoleransi dengan baik oleh penderita radang usus (IBD). Telur kaya akan asam amino dan asam lemak omega-3. Menyiapkan beberapa butir telur rebus di awal minggu bisa menjadi solusi camilan praktis dan cepat saji.

​9. Roti Panggang Alpukat (Avocado Toast)

​Alpukat kaya akan lemak sehat (lemak tak jenuh) dan nutrisi yang dapat membantu menambah asupan kalori secara sehat. Karena roti gandum utuh kadang sulit dicerna saat peradangan usus terjadi, Anda bisa menggunakan roti tawar putih panggang lalu diolesi alpukat yang telah dihaluskan.

​10. Edamame Rebus

​Edamame (kacang kedelai muda) mengandung protein tinggi dan serat larut yang membantu membentuk kepadatan feses. Anda bisa merebus atau mengukus edamame dan menyajikannya secara polos atau diberi sedikit bumbu ringan. Catatan: Hindari konsumsi edamame jika Anda sedang mengalami diare berat atau gejala kekambuhan parah.


Editor : Firda Rachmawati