125 Guru di Kota Semarang Ikuti Kompetisi Guru Bahasa Inggris Solve Education!
Yayasan Teknologi untuk Indonesia (Solve Education!) menjalankan program peningkatan mutu pendidikan bahasa Inggris untuk murid SMP dan kompetisi Guru Bahasa Inggris Teladan Melek Teknologi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Yayasan Teknologi untuk Indonesia (Solve Education!) menjalankan program peningkatan mutu pendidikan bahasa Inggris untuk murid SMP dan kompetisi Guru bahasa Inggris Teladan Melek Teknologi.
Proyek utama yang dilaksanakan di Semarang itu bekerjasama dengan Disdik Kota Semarang. Sejak 18 Juli 2022, sebanyak 114 SMP di Semarang memulai proses adopsi teknologi digital berbasis gim yang dirancang Solve Education!
Platform Dawn of Civilization yang dirancang Solve Education! itu telah membantu setidaknya 14.227 murid SMP belajar bahasa Inggris dengan lebih menyenangkan. Platform ini bisa dimainkan tanpa internet.
Bahkan, sebanyak 125 guru yang aktif mendukung dan menjalankan program ini juga berlomba untuk memenangkan kompetisi Guru bahasa Inggris Teladan Melek Teknologi 2022 tingkat kota Semarang.
Kompetisi ini dirancang untuk mengapresiasi guru yang mempunyai komitmen dan upaya kuat untuk membantu murid belajar lebih baik melalui pemanfaatan teknologi.
Diharapkan, akan lebih banyak lagi guru-guru yang termotivasi untuk selalu terbuka dengan kemajuan teknologi dalam bidang pendidikan.
Program dimulai dengan proses pendampingan langsung ke sekolah yang dilakukan tim Solve Education! guna membantu guru mengimplementasikan programnya dengan tepat.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan tersebut sebagai upaya membina semangat merdeka belajar guru dan murid dengan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif di kelas.
“Dinas Pendidikan Kota Semarang kini menjalin kerjasama dengan Solve Education! terkait dengan pemanfaatan platform belajar berbasis gim, Dawn of Civilization. Program ini bertujuan untuk membantu siswa agar semakin mudah dalam belajar bahasa Inggris," jelasnya dalam siaran pers Solve Education!, Rabu 16 Agustus 2022.
Guru tak lagi harus terbebani dengan dilema antara tugas administratif dan mengajar. Mereka bisa mengambil kendali di dalam quality control dari proses belajar setiap anak didiknya.
“Dinas Pendidikan Kota Semarang merasa sangat terbantu dengan kerjasama ini. Kami berharap dapat mengakselerasi kompetensi literasi peserta didik melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran ini,” ujarnya.
Sementara itu, guru SMPN 27 Semarang Awang Rosandi guru perlu dimbimbing untuk memahami bukan hanya cara memakai teknologi digital di kelas tetapi esensi dari teknologi yang akan digunakan tersebut.
Ia bahkan merinisiatif menyisipkan perlombaan belajar lewat Dawn of Civilization untuk murid di dalam rangkaian acara menyambut Hari Kemerdekaan RI di sekolahnya.
“Saya sangat mengapresiasi program ini. Harapannya semoga nanti siswa juga bisa diberikan apreasiasi atas perkembangan belajar mereka karena bagi saya siswa adalah prioritas utama dalam pembelajaran," ucapnya.***
Editor : Doni Ramdhani

