17 Perguruan Meriahkan Pasanggiri Ibing Pencak Silat se-Priangan Timur 2026

Sebanyak 17 perguruan pencak silat dari wilayah Priangan Timur mengikuti Pasanggiri Ibing Pencak Silat 2026 yang digelar di GOR Sukapura, Kompleks Olahraga.

17 Perguruan Meriahkan Pasanggiri Ibing Pencak Silat se-Priangan Timur 2026
Sebanyak 17 perguruan pencak silat dari wilayah Priangan Timur mengikuti Pasanggiri Ibing Pencak Silat 2026 yang digelar di GOR Sukapura, Kompleks Olahraga.

INILAHKORAN.ID– Sebanyak 17 perguruan pencak silat dari wilayah Priangan Timur mengikuti Pasanggiri Ibing Pencak Silat 2026 yang digelar di GOR Sukapura, Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, pada 24–26 Juli 2026. Kegiatan yang diselenggarakan DPD Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kota Tasikmalaya ini menjadi ajang pelestarian seni ibing pencak silat khas Sunda.

Pasanggiri dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, Deddy Mulyana. Dalam pembukaan, Diky Candra turut memperagakan sejumlah jurus pencak silat di hadapan peserta dan tamu undangan.

Ketua Umum PPSI Kota Tasikmalaya, Nunung Revolusiana, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum kebangkitan seni ibing pencak silat yang mulai kembali mendapat perhatian masyarakat.

"Kali ini ada 17 perguruan se-Priangan Timur dari Garut, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan diselenggarakan selama tiga hari," ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Menurut Nunung, pasanggiri bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan sekaligus pelestarian seni tradisi yang menjadi identitas budaya masyarakat Sunda.

Meski perkembangan seni ibing pencak silat di Tasikmalaya menunjukkan tren positif, ia mengakui masih terdapat kendala, terutama keterbatasan sarana dan prasarana, termasuk perlengkapan musik pengiring seperti gendang.

Ia menjelaskan penyelenggaraan kegiatan hingga saat ini masih mengandalkan swadaya para pelaku seni. Karena itu, PPSI Kota Tasikmalaya berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan anggaran agar pembinaan seni ibing pencak silat berjalan lebih optimal.

"Ibingan bukan hanya sekadar pencak silat dan peragaan jurus, tetapi juga sarat estetika, pembentukan karakter, serta filosofi hidup yang menjadi jati diri masyarakat Sunda," katanya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengapresiasi semangat para pelaku seni yang mampu menyelenggarakan kegiatan meski dengan berbagai keterbatasan.

"Justru sebenarnya Pemerintah Kota Tasikmalaya yang didukung oleh mereka. Saya sangat senang dan berterima kasih karena kegiatan ini bisa terselenggara," ujar Diky.

Menurutnya, penyelenggaraan Pasanggiri Ibing Pencak Silat se-Priangan Timur semakin mengukuhkan Kota Tasikmalaya sebagai salah satu pusat kegiatan seni dan budaya di wilayah Priangan Timur.

Selain mendukung pelestarian budaya, Diky berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui tumbuhnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi berbagai perlengkapan pencak silat, seperti pakaian pangsi dan kebutuhan pendukung lainnya.

"Jangan hanya menyaksikan pencak silat. Ke depan kami berharap tumbuh UMKM yang berkaitan dengan produksi pangsi dan berbagai kebutuhan lainnya sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan masyarakat," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana