172 Truk Sampah per Hari, Kota Bandung Prioritaskan Penanganan Darurat
Pemkot Bandung tengah memfokuskan upaya pada penanganan langsung timbulan sampah baru yang meningkat di berbagai titik kota. Akibatnya, edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah dikurangi sementara hingga Juni 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemkot Bandung tengah memfokuskan upaya pada penanganan langsung timbulan sampah baru yang meningkat di berbagai titik kota. Akibatnya, edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah dikurangi sementara hingga Juni 2025.
“Kami sedang fokus menangani timbulan sampah baru. Jadi edukasi kepada masyarakat memang berkurang, tidak seintens dulu,” kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Jumat 16 Mei 2025.
Dijelaskan ia, tumpukan sampah yang belum tertangani kini menjadi masalah serius di kawasan Gedebage, Caringin, Ciwastra hingga lokasi terbaru di Gunung Batu.
Farhan menyebut, kondisi tersebut merupakan akumulasi persoalan sejak tahun lalu, seperti di Caringin sejak Juli 2024, Gedebage sejak Desember dan Ciwastra dalam periode yang sama.
"Saat ini, Kota Bandung menghasilkan sekitar 172 truk sampah per hari. Namun hanya 140 truk yang dapat dibuang ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sarimukti. Sisanya, sekitar 32 truk masih menjadi beban yang harus ditangani," ucapnya.
Sementara itu, dari 1.597 RW di Kota Bandung. Baru 412 RW yang berhasil ditetapkan sebagai Kawasan Bebas sampah (KBS), yaitu kawasan yang mengelola minimal 30 persen sampahnya.
“Kita sedang mengatur supaya ada pengurangan produksi sampah. Tapi timbulan sampah kita belum bisa dikurangi,” ujar dia.
Pihaknya menargetkan, Juni sebagai titik balik untuk kembali mengintensifkan edukasi kepada masyarakat serta memperluas cakupan KBS. “Mulai bulan Juni, kita baru akan intensifkan lagi edukasi untuk menambah KBS,” tandas dia. ***
Editor : Ahmad Sayuti

