175 Dapur MBG di Pulau Jawa Ditutup Sementara karena Tak Punya Mess Pegawai
Sebanyak 175 dapur MBG di Pulau Jawa harus ditutup sementara karena tidak ada mess pegawai.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebanyak 175 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulau Jawa terpaksa dihentikan sementara operasionalnya karena belum menyediakan fasilitas tempat tinggal atau mess bagi petugas yang bertanggung jawab di unit layanan tersebut.
Temuan itu diungkap Badan Gizi Nasional (BGN) setelah melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah.
Ketiadaan mess dinilai menjadi salah satu syarat operasional penting yang belum dipenuhi oleh sebagian dapur MBG.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menjelaskan fasilitas mess diperlukan bagi kepala SPPG, ahli gizi, serta akuntan agar operasional layanan dapat berjalan optimal.
“Permasalahan lain yang kami temukan adalah belum tersedianya tempat tinggal atau mess bagi kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan di sejumlah unit layanan,” kata Dony dalam keterangannya.
Berdasarkan hasil evaluasi, total 175 SPPG belum memiliki fasilitas mess tersebut. Rinciannya tersebar di beberapa provinsi, yaitu Banten sebanyak 36 unit, DI Yogyakarta 86 unit, Jawa Barat 24 unit, Jawa Tengah 10 unit, dan Jawa Timur 19 unit.
Selain persoalan mess, BGN juga menemukan sejumlah kekurangan lain pada dapur MBG. Tercatat sebanyak 1.043 SPPG belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi syarat penting untuk menjamin keamanan makanan.
Tidak hanya itu, sebanyak 443 unit layanan juga diketahui belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar.
BGN menegaskan penghentian operasional ini bersifat sementara. Pihaknya akan memberikan pendampingan serta melakukan verifikasi terhadap unit-unit yang terdampak agar segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.
“Operasional SPPG yang dihentikan sementara akan dibuka kembali secara bertahap setelah seluruh persyaratan operasional dan standar yang ditetapkan telah dipenuhi,” ujar Dony.
Editor : Firda Rachmawati


