2 Istri Rasulullah SAW Ini Wajib Kita Teladani, Ustadzah Oki Setiana Dewi: Pinter Cari Uang!
Dalam Islam kewajiban memberikan nafkah adalah tugas seorang suami, tapi tidak ada pula larangan bagi istri untuk bekerja.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Dalam Islam kewajiban memberikan nafkah adalah tugas seorang suami, tapi tidak ada pula larangan bagi istri untuk bekerja.
Malah yang menarik adalah istri yang bisa mencari uang sendiri supaya bebas bersedekah tanpa izin kepada suami, kata Ustadzah Oki Setiana Dewi.
Dikutip dari akun Tiktok @okisetianadewi13, ia menjelaskan sungguh mulia seorang perempuan rela bekerja mencari uang untuk disedekahkan.
“Meskipun uang dari suami tapi tetep harus izin buat sedekah, kan gak enak masa sedekah juga minta izin,” ungkap Ustadzah Oki Setiana Dewi.
Baca Juga: ALTI Ngebet Lari Trail Dipertandingkan di Ekshibisi PON 2024 Aceh-Sumut
Ada 2 orang istri Rasulullah SAW yang harus kita teladani sifat pekerja kerasnya mencari uang untuk bersedekah.
- Siti Khodijad
Seperti yang kita ketahui Siti Khodijah memiliki kekayaan yang sangat banyak dari berdagang di pasar.
Siti Khodijah mencontohkan kepada kita untuk bekerja mencari uang supaya bisa menyebarluaskan dakwah dengan baik.
“Dengan uang tersebut ia membangun masjid dimana-mana,” lanjutnya.
Baca Juga: Pecepat Capaian Vaksinasi, BKKBN Berikan Vaksinasi Booster Terhadap Karyawan Kahatex
- Zainab
Mempunyai profesi sebagai penyamak kulit binatang, tapi sering bersedekah kepada orang-orang miskin.
Sehingga beliau digelari sebagai ummu masakin, atau ibunya orang-orang miskin.
“Uang dari hasilnya menyamak kulit binatang itu ia sedekahkan,” tambahnya.
Bahkan tidak hanya itu, Zainab juga dahulu berprofesi sebagai perias penganti atau marhan binti mirhan.
Profesi pekerjaan yang diduduki seorang perempuan zaman Rasulullah sudah banyak jenisnya dan para perempuan tersebut juga sudah memiliki suami.
2 Istri Rasulullah SAW yang harus kita teladani sifat pekerja kerasnya tersebut bisa menjadi acuan positif karena tidak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan, tapi juga bersedekah.***(Lia Kamilah)
Editor : inilahkoran


