2.000 Pohon Keras dari CSR bjb Jaga Lahan Curam Lembang dari Longsor

Penanaman 2.000 pohon keras dari CSR bank bjb di Desa Mangunharja Lembang menjadikan lereng curam di kawasan tersebut terjaga dari longsor

2.000 Pohon Keras dari CSR bjb Jaga Lahan Curam Lembang dari Longsor
Aparat Desa Mangunharja menanam pohon keras dari CSR bank bjb di lereng bukit Lembang. (Istimewa)

INILAHKORAN.ID - Di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang dikenal dengan lahan kemiringan dan rawan longsor, Desa Wangunharja baru saja menyelenggarakan penanaman 2.000 pohon keras melalui program CSR bank bjb, difasilitasi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. 

Kepala Desa Wangunharja, Sukmara, menyatakan rasa syukur atas inisiatif ini, yang menjadi langkah antisipasi setelah kejadian longsor di Pasirlangu, Kecamatan Cisarua yang menjadi cambuk bagi pemerintah dan masyarakat.
 
“Wilayah Lembang termasuk zona yang sebagian sudah kritis. Kami fokus penanaman di lahan dengan kemiringan minimal 20 derajat, bukan di dataran, untuk menjaga stabilitas tanah,” ujar Sukmara, Kamis 29 Januari 2026. 

Sukmara menyebut, jenis pohon yang ditanam adalah manggis dan cengkih masing-masing 1.000 batang, ditambah 200 batang cadangan untuk menggantikan yang mungkin mati. 

"Meskipun tergolong pohon berbuah yang siap panen dalam 4-5 tahun, tujuan utama bukanlah ekonomi, melainkan reboisasi dan pencegahan longsor," sebutnya.
 
Sukmara mengakui, kendala utama yang dihadapi adalah sebagian besar lahan berada di tangan pribadi. Masyarakat terkadang enggan karena khawatir mengganggu aktivitas pertanian. 

“Kami berkoordinasi dengan warga agar mau menanam minimal satu atau dua pohon per lahan. Di tanah kas desa, kami fokus pada area tebing yang paling rawan,” jelasnya.
 
Sukmara berharap kerjasama dengan BJB dan Dinas Kehutanan berkelanjutan, terutama untuk pemeliharaan yang membutuhkan dukungan finansial. 

Ia juga menargetkan Desa Wangunharja menjadi pilot project bagi desa lain di sekitarnya, dengan semangat “Leuweungna héjo, masyarakatna ogé ngéjo” (Hutan hijau, masyarakat juga sejahtera).***


Editor : Ahmad Sayuti