251 Kebakaran di Garut Sepanjang 2019 Didominasi Korsleting Listrik
Selama 2019, sebanyak 251 kebakaran di wilayah Kabupaten Garut ditangani Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) setempat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut- Selama 2019, sebanyak 251 kebakaran di wilayah Kabupaten Garut ditangani Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) setempat.
Penyebab dari kejadian kebakaran dengan total nilai kerugian mencapai sekitar Rp9,9 Miliar, itu diduga didominasi akibat korsleting listrik. Sebanyak 49 kejadian di antaranya diduga semata akibat korsleting listrik, serta selebihnya akibat korsleting listrik dan pembakaran sampah.
“Selain ada kerugian material mencapai sekitar Rp9.9 Miliar akibat berbagai kejadian kebakaran terjadi selama 2019 itu, ada juga harga benda yang bisa terselamatkan dengan total nilai sekitar Rp13.683.850.000,” kata Kepala Disdamkar Garut Aah Anwar Saepuloh didampingi Kepala Bidang Operasi dan Penyelamatan Wawan Sobarwan, Jum’at (10/1/2020).
Wawan menuturkan, dari sebanyak 251 kejadian kebakaran ditangani Disdamkar per 1 Januari hingga 31 Januari itu, kebakaran paling sering menimpa bangunan rumah mencapai sebanyak 111 unit rumah. Lalu disusul kebakaran lahan/kebun sebanyak 84 kejadian, lio bata 10 kejadian, Gudang/sejenisnya 10 kejadian, pasar/kios 9 kejadian, bak sampah 7 kejadian, pohon 6 kejadian, kendaraan 4 kejadian, tempat pembuangan akhir sampah (TPA) 4 kejadian, gardu PLN 4 kejadian, hutan 2 kejadian, dan kebakaran gunung 1 kejadian.
Atas banhyaknya kejadian kebakaran akibat korsleting listrik itu, Wawan kembali mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati mengenai pemasangan kabel instalasi listrik terutama di dalam rumah. Selain mesti menggunakan kabel sesuai standar, juga sebaiknya dilakukan pemasangan oleh tenaga ahli, dan dilakukan pemeriksaan secara berkala guna menghindari hal-hal tak diinginkan. Khususnya yang dapat mengakibatkan korsleting listrik hingga memacu terjadinya kebakaran.(zainulmukhtar)
Editor : Bsafaat

