3 Alasan Syari yang Dijamin Bikin Pasutri Kapok Umbar Kemesraan di Media Sosial

Pasangan suami istri disarankan tidak sering umbar kemesraan di media sosial lantaran akan menimbulkan tiga dampak negatif.

3 Alasan Syari yang Dijamin Bikin Pasutri Kapok Umbar Kemesraan di Media Sosial
PERTAMA, di antara ciri lelaki yang baik, dia bukan tipe orang yang suka tebar pesona, menggoda banyak wanita. Apalagi sampai mengganggu rumah tangga orang lain. Menarik perhatian istri orang lain, membuka peluang untuk menikah dengannya.

INILAHKORAN, Bandung- bermesraan bagi pasangan suami istri adalah hal yang sangat dianjurkan dan mendatangkan pahala besar. Tapi memamerkannya ke banyak orang via media sosial belum tentu berfaedah.

Banyak yang menggunakan facebook, instagram, atau apapun itu, sebagai ajang pamer kemesraan buat mereka yang sudah menikah. Entah apa motifnya. 

Ustaz Ammi nur Baits dikutip konsultasisyariah.com menjelaskan 3 hal yang semoga saja bisa membuat para pasutri berpikir ulang untuk memamerkan kemesraannya kepada banyak orang:

Pertama Rasa Malu

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar umatnya memiliki sifat malu. Bahkan beliau sebut, itu bagian dari konsekuensi iman.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Dan rasa malu salah satu cabang dari iman." (HR. Ahmad 9361, Muslim 161, dan yang lainnya).

 

Baca Juga: Inilah 2 Kunci Kebahagiaan Rumah Tangga Menurut Aa Gym, Wajib Paham!

Dan bagian dari rasa malu adalah tidak menampakkan perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan di depan umum.

Kedua Jatuhnya Martabat

Kedua, islam juga mengajarkan agar seorang muslim menghindari khawarim al-muru’ah. Apa itu khawarim al-muru’ah? Itu adalah semua perbuatan yang bisa menjatuhkan martabat dan wibawa seseorang. Dia menjaga adab dan akhlak yang mulia.

Ibnu Sholah mengatakan,

Jumhur ulama hadis dan fiqh sepakat, orang yang riwayatnya boleh dijadikan hujjah disyaratkan harus orang yang adil dan kuat hafalan (penjagaan)-nya terhadap apa yang dia riwayatkan. Dan rinciannya, dia harus muslim, baligh, berakal sehat, dan bersih dari sebab-sebab karakter fasik dan yang menjatuhkan wibawanya. (Muqadimah Ibnu Sholah, hlm. 61).

Dan bagian dari menjaga wibawa adalah tidak menampakkan foto kemesraan di depan umum.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim – Mufti resmi Saudi pertama – menyatakan tentang hukum mencium istri di depan umum,

Baca Juga: Istri Sedang Haid? Jangan Galau, Begini Cara Islami Agar Tetap Bisa Puaskan Suami

Sebagian orang, bagian bentuk kurang baik dalam bergaul dengan istri, terkadang dia mencium istrinya di depan banyak orang atau semacamny. Dan ini tidak boleh. – kita berlindung kepada Allah dari dampak buruknya –. (Fatawa wa Rasail Muhammad bin Ibrahim, 10/209).

An-Nawawi dalam kitab al-Minhaj menyebutkan beberapa perbuatan yang bisa menurunkan kehormatan dan wibawa manusia,

Mencium istri atau budaknya di depan umum, atau banyak menyampaikan cerita yang memicu tawa pendengar. (al-Minhaj, hlm. 497).

Ketiga Mengundang Syahwat

Ketiga, gambar semacam ini bisa memicu syahwat orang lain yang melihatnya. Terutama ketika terlihat bagian badan wanita, tangannya atau wajahnya.. lelaki jahat bisa memanfaatkannya untuk tindakan yang tidak benar.

Dan memicu orang untuk berbuat maksiat, termasuk perbuatan maksiat.

Baca Juga: Ketika Suami Semakin Malas Menggauli Istri, Dosakah Perbuatan itu?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang mengajak kepada sebuah kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa setiap orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HR. Ahmad 9160, Muslim 6980, dan yang lainnya).***


Editor : inilahkoran