3 Jenis Bacaan Imam dalam Membaca Surat Al-Fathihah, Ustadz Adi Hidayat: Minimal Makmum Baca 3 Ayat
imam memiliki hak dan kewajiban memberikan jeda kepada makmum membaca Al Fathihah. Bisa setelah selesai seluruh ayat atau per satu ayat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Saat melaksanakan sholat berjamaah, imam memiliki hak dan kewajiban untuk memberikan jeda kepada makmum membaca surat Al Fathihah.
Bisa setelah selesai seluruh ayat atau pun dalam setiap masing-masing ayat. Amalan Ramadhan sholat yang biasa dilakukan berjamaah adalah sholat Tarawih.
Ustadz Adi Hidayat membagi menjadi 3 jenis bacaan imam dalam membaca surat Al Fathihah.
Baca Juga: Lirik Laguâ Ego – Andmesh Kamaleng
Dikutip dari Youtube Ceramah Pendek, makmum diberi waktu jeda untuk minimal membaca 3 ayat surat Al Fatihah dalam sholatnya.
“Karena merujuk dari surat terpendek Al-Quran, yaitu Al Kaustar yang berjumlah 3 ayat,” jelas Ustadz Adi Hidayat.
Berikut 3 jenis bacaan imam dalam membaca surat Al Fathihah,
- Hadr
Membaca Al-Fathihah dengan cepat namun tetap tajwid atau makhorijul hurufnya terpenuhi.
Dalam setiap akhir ayat tajwidnya digenapkan menjadi 2 harakat saja.
“Ada imam yang tanpa jeda setiap ayat, maka bisa beri jeda agak panjang saat seluruh ayat selesai dibaca,” lanjutnya
Baca Juga: Menakjubkan! Hasil Penelitian Menyebutkan Racun Lebah Madu Bisa Bunuh Sel Kanker Payudara
- Mutawassit
Menggenapkan setiap tajwid dalam akhir setiap ayat menjadi 4 rokaat dalam jumlah waktu sekitar 2 detik saja.
- Tiwal
Bacaan terpanjang surat Al Fathihah dalam masing-masing akhir ayatnya, yaitu menjadi 6 harakat. Waktunya sekitar 6 detik.
Baca Juga: Lirik Laguâ Aku Yang Salah – Mahalini feta Nuca
“3 jenis itu tetap beri 1-2 detik agar makmum bisa mengikuti bacaannya,” lanjutnya lagi.
Amalan Ramadhan ini menurutnya harus dipahami setiap imam supaya bisa mengarahkan makmum dalam sholat yang benar.
Selain benar juga tentu sah sholat dan mendapatkan pahalanya.***(Lia Kamilah)
Editor : inilahkoran


