30 Persen Sampah di Kota Bandung Ditargetkan Dikelola Melalui TPST Modern Berbasis KPBU

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, telah meninjau dua lokasi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) yakni TPST Babakan Sari dan TPST PSM.

30 Persen Sampah di Kota Bandung Ditargetkan Dikelola Melalui TPST Modern Berbasis KPBU
30 Persen Sampah di Kota Bandung Ditargetkan Dikelola Melalui TPST Modern Berbasis KPBU

INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, telah meninjau dua lokasi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) yakni TPST Babakan Sari dan TPST PSM.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi penanda dimulainya percepatan pembangunan ulang fasilitas TPST yang telah berusia lebih dari lima tahun untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Di TPST Babakan Sari, ia menjelaskan akan ada penambahan dua fasilitas utama yakni insinerator berkapasitas 10 ton dan instalasi biogas vertikal yang mampu mengolah material organik dalam skala besar.

"Biogas vertikal ini dirancang untuk mengelola hingga 2.000 ton bahan organik. Namun, kapasitas operasional awal di lokasi ini adalah 20 ton sampah per hari,” kata Farhan, Sabtu 26 April 2025.

Ia menerangkan, TPST Babakan Sari dan TPST PSM akan menjadi proyek percontohan dalam penerapan skema pembangunan ulang TPST berbasis kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

"Melalui skema ini, Pemkot Bandung menyediakan lahan serta dukungan kebijakan. Sementara pihak swasta bertanggung jawab atas investasi pembangunan dan operasional," ucapnya.

Farhan menyebut, salah satu mitra dalam proyek ini adalah PT Ingram yang telah menandatangani nota kesepahaman dengan Pemkot Bandung. PT Ingram akan menerapkan teknologi termal untuk mempercepat reduksi volume sampah.

“Selain teknologi termal, teknologi anaerob ini memungkinkan pengolahan sampah basah menjadi biogas, media tanam, bahkan menjadi pakan maggot,” ujar dia.

Ia mengatakan, kapasitas awal TPST ditargetkan mencapai 20 ton per hari dan diharapkan dapat beroperasi secara maksimal pada periode Mei hingga Juli 2025. Kapasitas ini akan terus ditingkatkan.

Pengembangan TPST tersebut, merupakan bagian dari strategi besar pengelolaan sampah Kota Bandung. Targetnya, 30 persen sampah kota dapat dikelola melalui TPST modern berbasis KPBU.

"Sementara 30 persen lainnya melalui program pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti Kang Pisman dan Buruan SAE. Sisanya, sekitar 40 persen, masih akan dikirim ke TPA namun dengan volume yang jauh lebih kecil," jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, dikemukakannya PT Ingram mengalokasikan investasi awal sebesar Rp 3 miliar untuk penataan, pembangunan fasilitas serta perekrutan tenaga kerja.

"Pemerintah Kota tetap berperan aktif dalam perizinan dan sertifikasi lingkungan. Melalui skema ini, pemerintah akan membayar berdasarkan jumlah sampah yang berhasil diolah, dihitung per ton,” tandas dia.

Ke depan ditambahkan Farhan, Pemkot Bandung merencanakan pembangunan ulang 15 TPST dengan pendekatan serupa. TPST Babakan Sari dan PSM menjadi proyek pertama yang menjalani groundbreaking. ***


Editor : Firda Rachmawati