Bidik Zero to TPA, Pemkot Cimahi Genjot Pengolahan Sampah di 2 TPST Ini
Pemkot Cimahi akan memaksimalkan negolahan sampah di TPST Santiong dan Lebak Saat untuk mengurangi pembuangan sampah ke TPA Sarimukti
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tengah bergerak memperbaiki kinerja pengelolaan sampah kota dengan fokus pembenahan dan peningkatan kapasitas dua Tempat Pengolahan sampah Terpadu (TPST) utama, yaitu TPST Sentiong dan TPST Lebak Saat.
Selama ini, kedua fasilitas tersebut masih beroperasi dalam tahap uji coba dan belum berjalan secara maksimal.
"Peningkatan utama dipusatkan pada TPST Sentiong yang akan mendapatkan mesin pengolah sampah baru mulai Juli 2026 mendatang," kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Senin (15/5/2026).
Ngatiyana menjelaskan, perangkat mekanis tersebut saat ini masih dalam proses lelang, dan ditargetkan mampu mendongkrak kapasitas pengolahan menjadi 85 ton per hari. Angka yang jauh lebih besar dibanding kemampuan sebelumnya.
"Kalau untuk TPST Lebak Saat akan tetap dijalankan dengan kapasitas 10 ton per hari sebagai pendukung cakupan layanan di wilayahnya," jelasnya.
Tak berhenti di situ, lanjut Ngatiyana, pemerintah juga berencana menyebarkan mesin pengolah berkapasitas 5 ton ke titik-titik strategis lainnya, guna menjangkau wilayah yang selama ini belum terlayani sistem pengolahan secara optimal.
"Seluruh rangkaian pembenahan ini diarahkan untuk mewujudkan ambisi besar, yakni zero to TPA, atau tidak ada lagi sampah yang dibuang langsung ke TPA," ujarnya.
Konsepnya, terang Ngatiyana, seluruh sampah harus dikelola dan diolah sedekat mungkin dengan sumbernya agar beban lingkungan berkurang drastis.
"Kunci keberhasilan program ini, sangat bergantung pada kesadaran warga. Pemilahan sampah sejak dari rumah tangga adalah syarat mutlak agar sistem yang sedang dibangun ini berjalan efektif," terangnya.
Ngatiyana juga menyebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menyalurkan bantuan berupa sejumlah alat angkut, mulai dari dump truck, mobil pikap, hingga motor sampah, serta peralatan pendukung lainnya.
Sebagai kota yang ditetapkan sebagai proyek percontohan penanganan sampah, Cimahi memproyeksikan skema kerja baru ini mampu mengatasi lebih dari 50 persen total timbulan sampah harian.
"Gabungan kinerja TPST utama dan fasilitas pendukung ini diharapkan menjadi solusi nyata pengurangan sampah yang masuk ke TPA dalam waktu dekat," tandasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

