4 Pekerja Tewas Tertimbun Longsor di Jatinangor Sumedang
Empat pekerja tewas tertimbun tanah longsor di Jatinangor, Sumedang, Jumat (2/1/2026) sore. Longsor terjadi saat penggalian fondasi TPT, BPBD mengimbau kewaspadaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Wates, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/1/2026) sore.
Peristiwa ini menyebabkan empat pekerja meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran saat bekerja di lokasi pembangunan.
Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat menjelaskan, longsor terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, enam pekerja tengah melakukan penggalian fondasi tembok penahan tanah (TPT).
“Enam pekerja sedang menggali fondasi. Tiba-tiba tebing di atas lokasi pekerjaan dengan ketinggian sekitar enam meter longsor dan menimpa para pekerja,” ujar Hadi Rahmat.
Dari enam pekerja yang berada di lokasi, dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara empat lainnya tertimbun material longsor. Setelah dilakukan proses pencarian dan evakuasi oleh tim gabungan, keempat korban dinyatakan meninggal dunia.
BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Sumedang, aparat setempat, dan unsur terkait langsung melakukan penanganan darurat. Proses pencarian korban berlangsung sejak sore hingga malam hari.
“Korban pertama dievakuasi pukul 16.55 WIB, korban kedua pukul 18.05 WIB, korban ketiga pukul 18.49 WIB, dan korban keempat pada pukul 19.07 WIB. Seluruh korban dibawa ke Puskesmas Cisempur,” jelas Hadi.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Selain korban jiwa, satu unit bangunan di sekitar lokasi dilaporkan terdampak akibat longsor.
BPBD Jawa Barat mengimbau masyarakat, khususnya yang melakukan aktivitas pembangunan di wilayah rawan longsor, agar lebih memperhatikan faktor keselamatan dan kondisi lingkungan, terutama saat cuaca tidak menentu.
“Kami mengingatkan agar setiap aktivitas di daerah berpotensi longsor mengutamakan aspek keamanan dan mitigasi bencana untuk mencegah kejadian serupa,” pungkas Hadi Rahmat. ***
Editor : Gin gin T Ginulur

