4.000 Tenaga Pendidik Kota Bandung Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Sebanyak 4.000 pendidik dan tenaga kependidikan, menjalani vaksinasi massal dosis kedua di kawasan Gedung Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) Kota Bandung, Selasa (18/5/2021). 

4.000 Tenaga Pendidik Kota Bandung Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua
istimewa

INILAH, Bandung - Sebanyak 4.000 pendidik dan tenaga kependidikan, menjalani vaksinasi massal dosis kedua di kawasan Gedung Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) Kota Bandung, Selasa (18/5/2021). 

Kepala UPT Puskesmas Cibuntu Kurnia Tejaningtias mengatakan sekitar 4.000 pendidik dan tenaga kependidikan akan menjalani vaksinasi massal selama dua hari yaitu pada Selasa dan Rabu besok. 

"Kita sudah dosis kedua, sudah by name dan by addres. Hampir seluruh peserta vaksinasi massal ini berasal dari Kecamatan Bandung Kulon dan beberapa sekolah lainnya yang telah bekerjasama dengan YDSP," kata Kurnia. 

Perwakilan Masyarakat Tionghoa Peduli Djoni Toat mengatakan, pihaknya telah tiga kali menyelenggarakan vaksinasi massal bekerjasama dengan Dinkes Kota Bandung. 

Menurut dia, total sebanyak 14 ribu orang telah mengikuti vaksinasi massal yang diselenggarakan YDSP dengan Pemkot Bandung. Dalam tahap ketiga ini, tenaga pendidik dan kependidikan mencapai 4.000 orang. 

"Kita kembali diberikan kepercayaan oleh Pemkot Bandung, untuk mengadakan vaksinasi massal. Ini yang ketiga kali. Total ada 14 ribu dilaksanakan khusus ketiga ini tenaga pendidik dan kependidikan jumlahnya 4.000 dua hari," kata Djoni. 

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengharapkan pada Juli mendatang seluruh pendidik dan tenaga pendidikan telah divaksinasi, sehingga pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan. 

"Ini bagian dari upaya-upaya Pemkot Bandung untuk mempercepat penyelesaian vaksinasi di Kota Bandung, khususnya tenaga pendidik, karena sebentar kita ada pembelajaran tatap muka," kata Oded. 

Dia optimistis pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan Juli mendatang. Sebab, dinas terkait terus merampungkan kesiapan sekolah-sekolah agar siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. 

"Simulasi kemarin, pak sekda dengan Dinas Pendidikan (Disdik) terus mengadakan rapat, sedang berjalan. Nanti prinsipnya mana saja sekolah siap betul akan dimulai. Harus optimis," ucapnya. (Yogo Triastopo) 


Editor : Doni Ramdhani