5 Dampak Negatif Minum Teh Susu Berlebihan dan Cara Mengatasinya

Teh susu adalah minuman populer yang dinikmati banyak orang karena rasa dan aromanya yang nikmat

5 Dampak Negatif Minum Teh Susu Berlebihan dan Cara Mengatasinya
Dampak negatif minum teh susu/freepik

INILAHKORAN, Bandung - teh susu adalah minuman populer yang dinikmati banyak orang karena rasa dan aromanya yang nikmat. Namun, konsumsi berlebihan teh susu dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan.

Artikel ini akan membahas beberapa dampak negatif dari minum teh susu dalam jumlah berlebihan dan tips untuk menikmatinya secara sehat.

1. Gangguan Pencernaan
teh mengandung tanin yang dapat menyebabkan iritasi lambung, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Tanin ini dapat memicu rasa mual dan asam lambung berlebih, yang pada akhirnya memengaruhi kenyamanan pencernaan.

2. Menghambat Penyerapan Nutrisi
Zat tanin dalam teh juga dapat mengikat mineral seperti zat besi, sehingga tubuh lebih sulit menyerapnya. Ini dapat meningkatkan risiko anemia, terutama pada individu yang sudah memiliki kadar zat besi rendah.

3. Ketergantungan Kafein
Kandungan kafein dalam teh susu, meskipun tidak sebanyak kopi, tetap bisa menyebabkan ketergantungan jika diminum dalam jumlah besar. Hal ini dapat memicu gejala seperti sakit kepala, kecemasan, dan gangguan tidur.

4. Masalah Gigi
Kandungan gula tinggi yang sering ditambahkan dalam teh susu dapat menyebabkan kerusakan gigi seperti gigi berlubang dan plak. Selain itu, teh dapat meninggalkan noda pada gigi jika dikonsumsi berlebihan.

5. Pengurangan Manfaat Antioksidan
Menambahkan susu ke dalam teh dapat mengurangi kadar antioksidan yang ada di dalamnya. Ini karena protein dalam susu bereaksi dengan antioksidan, mengurangi efektivitasnya dalam melawan radikal bebas.

Tips Menikmati teh susu dengan Sehat

- Batasi konsumsi hingga 1-2 cangkir sehari.
- Gunakan susu rendah lemak atau alternatif nabati seperti susu almond.
- Kurangi atau hindari penggunaan gula tambahan.
- Kombinasikan dengan pola makan seimbang untuk memastikan asupan nutrisi tetap optimal.


Editor : Firda Rachmawati