Bidik Chicago, Produk Teh dan Kakao Jabar Didorong Naik Kelas
Pasar Amerika Serikat kian dibidik, sebagai panggung baru bagi produk unggulan Jawa Barat. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar tancap gas
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pasar Amerika Serikat kian dibidik, sebagai panggung baru bagi produk unggulan Jawa Barat. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar tancap gas, membuka akses ekspor dengan mempertemukan pelaku usaha teh dan kakao dengan buyer dari Chicago dalam forum business matching baru-baru ini.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar menuju West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026, sekaligus menguji kesiapan pelaku usaha Jabar menembus pasar global yang kompetitif dan berstandar tinggi.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jabar, Mochamad Lukmanul Hakim menilai, forum ini sebagai pintu masuk penting bagi pelaku usaha untuk memahami langsung kebutuhan pasar Amerika.
“Kesempatan business matching kali ini merupakan peluang bagi pelaku usaha Jabar untuk bisa memasarkan produknya ke pasar Chicago berdasarkan masukan dan pengalaman yang dipaparkan oleh buyer,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan kualitas produk, tetapi juga kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar internasional serta membaca preferensi pasar secara tepat.
Dari sisi fasilitasi, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago, Dhonny Yudho Kusuma, menegaskan komitmennya dalam membantu pelaku usaha Indonesia menembus pasar Amerika, dengan catatan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
“Kami terbuka untuk memfasilitasi pelaku usaha potensial dengan mempertimbangkan aspek sertifikasi dan kelengkapan profil perusahaan yang ditawarkan,” jelas Dhonny.
Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi keamanan pangan, seperti Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), sebagai salah satu syarat utama dalam perdagangan internasional.
Sementara itu, buyer sekaligus diaspora Indonesia di Chicago, Tasya Hardono memberikan gambaran nyata tentang karakter pasar yang dituju. Ia menyebut, konsumen di Chicago cenderung selektif dan mengutamakan kualitas serta identitas produk.
“Produk yang kami butuhkan adalah produk yang siap jual, dengan kemasan representatif dan menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu, penting untuk melakukan uji pasar terlebih dahulu untuk melihat respons konsumen,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kekuatan cerita di balik produk menjadi nilai tambah yang dicari pasar Amerika.
“Market di sini tidak mencari brand umum, tetapi lebih menyukai brand dengan karakter dan cerita dari daerah asalnya,” sambungnya.***
Editor : JakaPermana

