5 Pemain Baru Bawa Energi ke Timnas Basket Putra Indonesia Jelang Asian Games 2026
Lima pemain baru memberi energi bagi Timnas Basket Putra Indonesia menjelang Asian Games 2026. David Singleton fokus memperbaiki performa tim.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pelatih tim nasional (Timnas) bola Basket putra Indonesia David Singleton menyebut kehadiran lima pemain baru memberikan energi positif dalam persiapan menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Lima pemain tersebut bergabung setelah Timnas Indonesia menjalani Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 di Malaysia. Mereka adalah Lester Prosper, Abraham Damar Grahita, Vincent Rivaldi Kosasih, Andakara Prastawa Dhyaksa, dan Derrick Michael Xzavierro.
"Kehadiran lima pemain baru, saya pikir ada energi baru yang masuk ke dalam tim. Mereka memberikan semangat dan kehidupan baru bagi tim ini," kata Singleton di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Singleton, tambahan lima pemain tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaiki penampilan setelah menjalani putaran pertama Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 di Seremban, Malaysia.
Indonesia menutup turnamen tersebut dengan satu kemenangan dan dua kekalahan. Tim Merah Putih mengawali persaingan dengan mengalahkan Singapura 80-54, kemudian kalah 60-71 dari Hong Kong China dan 63-77 dari tuan rumah Malaysia.
Hasil tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ketiga Grup C sekaligus memastikan tiket ke putaran kedua pra-kualifikasi.
"Setelah kembali dari Malaysia, kami semua merasa sedikit kecewa dengan hasil yang kami dapatkan. Kami tentu ingin memberikan representasi yang lebih baik untuk negara," ujar Singleton.
Pelatih yang juga menangani Pelita Jaya Jakarta itu mengatakan, turnamen di Malaysia memberikan banyak pelajaran mengenai sejumlah kekurangan yang harus segera diperbaiki sebelum menghadapi persaingan lebih berat di Asian Games 2026.
"Pada turnamen pertama, kami belajar banyak hal tentang diri kami sendiri. Kami beradaptasi sambil bermain, tetapi saat itu prosesnya sedikit terlambat," katanya.
Singleton menilai pengalaman tersebut membuat para pemain memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pola permainan yang ingin diterapkan tim.
Kehadiran lima pemain baru juga membawa perubahan dalam suasana latihan menjelang keberangkatan tim ke Jepang. Meski demikian, kelimanya belum dapat dipastikan masuk dalam skuad final Asian Games karena Perbasi belum mengumumkan secara resmi 12 pemain yang akan dibawa ke Aichi-Nagoya.
Sebelumnya, Perbasi melanjutkan pemusatan latihan Timnas di Jakarta sejak 2 September setelah para pemain kembali dari Malaysia. Pemusatan latihan tersebut dilakukan untuk menemukan komposisi terbaik menuju Asian Games 2026.
Singleton mengatakan timnya berupaya memastikan kesalahan yang terjadi selama pertandingan di Malaysia tidak kembali terulang.
Menurut dia, kekalahan dari Hong Kong China dan Malaysia bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemain atau pelatih, tetapi bagian dari proses pembentukan tim.
"Kenyataannya, pada saat itu tim-tim tersebut lebih siap daripada kami. Kami juga harus memberikan kredit kepada mereka. Namun, kami harus memastikan hal seperti itu tidak terjadi lagi," ujarnya.
Tantangan lebih berat menanti Indonesia di Asian Games 2026 setelah tergabung di Grup A bersama tuan rumah Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi.
Singleton mengatakan fokus utama tim saat ini adalah membangun kembali kepercayaan diri sebelum menghadapi tiga lawan tersebut.
"Kami tidak akan pernah bermain dengan kepala tertunduk. Kami akan selalu menegakkan kepala, selalu berjuang untuk bendera Merah Putih, dan percaya bahwa kami bisa melakukan sesuatu," kata Singleton.
Editor : Ahmad Sayuti

