558 Ribu Siswa Jabar Ikuti TKA:Ruang Ujian Gerbang Harapan
DARI ruang ujian, siswa Jawa Barat menapaki jalan menuju masa depan. TKA menjadi salah satu pijakan untuk melanjutkan pendidikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Ratusan ribu siswa SMA, SMK, dan SMALB di Jawa Barat tengah menempuh Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer. Di balik layar monitor dan soal-soal yang harus dituntaskan, ada harapan untuk meraih hasil terbaik sebagai bekal melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.
Sebanyak 558.521 siswa dari 4.725 satuan pendidikan mengikuti TKA Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung serentak pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Pelaksanaan ujian ini menjadi bagian penting dalam memetakan kemampuan akademik siswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi.
Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat Deden Saepul Hidayat mengatakan, rangkaian TKA tahun ini dilanjutkan dengan ujian susulan pada 16–29 November 2026. Pengolahan hasil dijadwalkan berlangsung pada 8 November hingga 22 Desember, sedangkan pengumuman resmi disampaikan pada 23 Desember 2026.
Dari total peserta tersebut, sebanyak 261.425 siswa SMA berasal dari 1.843 sekolah, 296.794 siswa SMK dari 2.779 sekolah, serta 302 siswa SMALB dari 103 sekolah.
Meski bukan penentu tunggal kelulusan, nilai TKA memiliki peran penting dalam pemetaan kemampuan akademik dan menjadi salah satu instrumen persiapan siswa menuju perguruan tinggi.
Deden menilai kesiapan infrastruktur dan koordinasi sekolah menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan. Saat meninjau hari pertama TKA di SMAN 3 Bandung, SMKN 1 Bandung, dan SLBN Cicendo, ia melihat pelaksanaan ujian berjalan dengan dukungan teknis yang memadai.
“Diharapkan, TKA tahun ini jauh lebih baik dari tingkat keikutsertaan hingga hasilnya. Dengan infrastruktur yang disiapkan secara maksimal, saya yakin hasilnya akan istimewa,” ujar Deden, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (28/10).
Di SMAN 3 Bandung, sebanyak 357 siswa mengikuti ujian dalam tiga sesi. Kepala SMAN 3 Bandung Solihin mengatakan, sekolah menerapkan pengawasan silang untuk menjaga integritas pelaksanaan sekaligus mempertahankan capaian akademik siswa.
Sementara itu, 450 siswa SMKN 1 Bandung menjalani ujian dengan lancar setelah mendapatkan pemantapan materi. Kepala SMKN 1 Bandung Lilis Yuyun mengonfirmasi pelaksanaan berlangsung sesuai rencana.
Tantangan tersendiri muncul di pendidikan khusus. Di SLBN Cicendo, sebanyak 18 siswa dengan hambatan intelektual mengikuti TKA menggunakan fasilitas komputer yang telah disesuaikan.
Kepala SLBN Cicendo Santi Komaladini berharap pelaksanaan TKA ke depan semakin memperhatikan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus, termasuk melalui penyederhanaan naskah soal agar lebih mudah diakses.
“Kami harap juga agar ke depan terdapat evaluasi penyederhanaan naskah soal agar semakin ramah aksesibilitas bagi peserta didik berkebutuhan khusus,” kata Santi. (gin)
Editor : Inilahkoran

