Disbudpar Cirebon Genjot Promosi 90 Desa Wisata, Bidik Pasar Nasional
Disbudpar Kabupaten Cirebon mengintensifkan promosi 90 desa wisata untuk menjangkau pasar nasional, meningkatkan kunjungan, dan menggerakkan ekonomi warga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN– Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengintensifkan promosi terhadap 90 Desa Wisata untuk memperluas jangkauan pasar dan menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, mengatakan pengembangan potensi desa wisata membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama pelaku industri pariwisata yang memiliki jaringan pemasaran lebih luas.
“Ada 90 desa wisata yang perlu mendapatkan dukungan dari para penggiat pariwisata. Potensi ini harus dikembangkan bersama agar desa-desa wisata di Kabupaten Cirebon mampu bersaing dan menarik wisatawan dari tingkat nasional,” kata Fajar di Cirebon, Rabu.
Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk memperkenalkan keunikan setiap desa wisata kepada calon pengunjung sekaligus meningkatkan daya saing destinasi lokal.
Kunjungan Wisatawan Jadi Peluang Pengembangan
Fajar menyebut jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Cirebon berada di kisaran satu juta orang per tahun. Angka tersebut menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk memperkuat promosi dan meningkatkan daya tarik destinasi.
Salah satu upaya yang dapat dimanfaatkan adalah ajang West Java Tourism Exchange (WJTE) pada Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah promosi yang mempertemukan pelaku sektor jasa pariwisata.
Melalui forum seperti WJTE, potensi desa wisata diharapkan semakin dikenal dan memperoleh akses pemasaran yang lebih luas.
Fajar menilai pengembangan desa wisata perlu melibatkan pemerintah daerah, asosiasi, pelaku usaha, dan komunitas. Dengan demikian, potensi lokal dapat dikelola secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Kolaborasi tersebut bisa membuka akses pemasaran yang lebih luas, sehingga keunikan setiap desa wisata dapat diperkenalkan kepada wisatawan dari luar Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Desa Wisata Didorong Gerakkan Ekonomi Warga
Selain meningkatkan kunjungan, pengembangan desa wisata dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitar destinasi.
Karena itu, Disbudpar Kabupaten Cirebon terus mendorong promosi destinasi sekaligus menyiapkan program pengembangan pariwisata pada 2027.
Fajar menegaskan, keterlibatan masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam pengelolaan destinasi. Dengan keterlibatan tersebut, pengembangan potensi wisata diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga.
Dukungan pelaku usaha juga diperlukan untuk mengemas potensi lokal menjadi produk wisata yang menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Perkuat Promosi Wisata Ciayumajakuning
Disbudpar Kabupaten Cirebon turut mendorong kerja sama promosi dengan pelaku pariwisata di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan atau Ciayumajakuning.
Wilayah tersebut memiliki beragam potensi wisata yang dapat dikembangkan melalui sinergi antardaerah dan pelaku industri pariwisata.
Menurut Fajar, kerja sama tersebut dapat mempertemukan potensi destinasi dengan pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang kemitraan dalam pengelolaan pariwisata.
“Promosi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membuat desa wisata di Kabupaten Cirebon semakin dikenal, menarik lebih banyak kunjungan, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat,” katanya.
Melalui penguatan promosi, kolaborasi, dan program pengembangan pariwisata pada 2027, Pemkab Cirebon berharap 90 desa wisata dapat tumbuh menjadi destinasi yang lebih kompetitif serta berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.***
Editor : JakaPermana
