7 Manfaat Matcha untuk Kesehatan, dari Jantung hingga Fokus
Matcha mengandung katekin, polifenol, kafein, dan L-theanine. Kenali 7 potensi manfaat matcha serta batasan bukti ilmiahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Matcha semakin populer sebagai minuman yang tidak hanya memiliki rasa khas, tetapi juga mengandung berbagai senyawa yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Bubuk teh hijau ini kaya akan polifenol, terutama katekin yang memiliki sifat antioksidan dan anti peradangan.
Meski demikian, tidak semua klaim kesehatan mengenai matcha telah memiliki bukti kuat. Sebagian besar penelitian yang tersedia masih berfokus pada teh hijau secara umum, bukan matcha secara khusus.
Berikut sejumlah potensi manfaat matcha bagi kesehatan:
1. Mengandung Antioksidan
Matcha mengandung polifenol, terutama katekin, yang berperan sebagai antioksidan. Senyawa tersebut membantu melindungi sel tubuh dari dampak radikal bebas.
Kandungan antioksidan inilah yang membuat teh hijau, termasuk matcha, banyak diteliti terkait potensinya dalam mendukung kesehatan tubuh.
2. Berpotensi Mendukung Kesehatan Jantung
Polifenol dalam matcha berpotensi membantu menjaga kesehatan jantung. Sejumlah penelitian mengenai teh hijau menunjukkan adanya kemungkinan manfaat terhadap tekanan darah dan kadar kolesterol, terutama pada orang yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular.
Namun, bukti yang secara khusus meneliti manfaat matcha terhadap kesehatan jantung masih terbatas.
3. Mendukung Kesehatan Pencernaan
Kandungan polifenol dalam matcha juga berpotensi mendukung kesehatan sistem pencernaan dengan membantu pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.
Beberapa penelitian berskala kecil menunjukkan konsumsi matcha secara rutin mungkin dapat meningkatkan keragaman bakteri usus. Meski begitu, diperlukan penelitian lebih besar untuk memastikan manfaat tersebut.
4. Membantu Meningkatkan Fokus dan Kewaspadaan
Matcha mengandung kafein dan L-theanine. Kombinasi kedua senyawa tersebut diduga memberikan efek stimulasi sekaligus membantu tubuh tetap berada dalam kondisi lebih rileks.
Karena itu, konsumsi matcha berpotensi membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan.
Jumlah kafein dalam matcha bergantung pada banyaknya bubuk yang digunakan. Sekitar 1–2 gram matcha mengandung 35–70 miligram kafein. Sebagai perbandingan, secangkir kopi umumnya mengandung sekitar 80–100 miligram kafein.
5. Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah
Matcha juga kerap dikaitkan dengan manfaat terhadap kadar gula darah dan sensitivitas insulin.
Namun, klaim tersebut belum memiliki bukti kuat pada manusia. Sebagian penelitian mengenai efek tersebut masih dilakukan pada hewan, sehingga manfaat matcha terhadap pengendalian gula darah belum dapat dipastikan.
6. Memiliki Potensi Anti-Peradangan
Katekin dan berbagai polifenol dalam matcha memiliki sifat antioksidan sekaligus berpotensi membantu mengurangi proses peradangan.
Meski demikian, efek tersebut tidak berarti matcha dapat digunakan sebagai pengganti pengobatan untuk penyakit yang berkaitan dengan peradangan.
7. Bisa Menjadi Bagian dari Pola Makan Sehat
Matcha dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang. Namun, minuman ini sebaiknya tidak dianggap sebagai solusi tunggal untuk menjaga kesehatan.
Banyak manfaat yang selama ini dikaitkan dengan matcha sebenarnya berasal dari penelitian mengenai teh hijau atau polifenol secara umum.
Konsumsi matcha dalam jumlah wajar umumnya dapat menjadi pilihan minuman yang menarik. Namun, masyarakat perlu berhati-hati terhadap produk ekstrak teh hijau dalam bentuk suplemen karena kandungan senyawanya jauh lebih tinggi dan dalam kasus yang jarang pernah dikaitkan dengan cedera hati.
Pada akhirnya, matcha memang memiliki sejumlah kandungan yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh. Namun, matcha bukanlah minuman ajaib. Teh hijau, teh hitam, maupun kakao juga mengandung berbagai senyawa yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.***
Editor : JakaPermana

