80 Persen Kasus Bisa Dicegah! Simak Panduan Terbaru Ahli untuk Hindari Stroke

Para Ahli di American Stroke Associationmerilis pedoman medis terbaru untuk pencegahan stroke

80 Persen Kasus Bisa Dicegah! Simak Panduan Terbaru Ahli untuk Hindari Stroke
Ilustrasi stroke

INILAHKORAN. ID - stroke masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di dunia. 

Penyakit ini terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat atau pembuluh darah pecah, sehingga jaringan otak mengalami kekurangan oksigen. 

Dampaknya stroke sangat fatal, mulai dari gangguan bicara, kelumpuhan permanen, hingga kematian.

Namun, ada kabar baik dari para ahli di American stroke Association. Setelah sepuluh tahun, mereka akhirnya merilis pedoman medis terbaru untuk pencegahan stroke

Berdasarkan laporan tersebut, para peneliti menegaskan bahwa hingga 80 persen kasus stroke sebenarnya dapat dicegah melalui pembenahan gaya hidup, pola makan sehat, dan pemeriksaan kesehatan rutin.

Berikut adalah tiga poin utama dalam panduan pencegahan stroke terbaru yang direkomendasikan para ahli:

1. Terapkan Pola Makan Mediterania

Apa yang Anda konsumsi berperan besar dalam mengendalikan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, dan berat badan. Dalam panduan anyar ini, para ahli sangat merekomendasikan Diet Mediterania.

  • Perbanyak: Buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh (whole grains), serta minyak zaitun. Sebagai sumber protein, prioritaskan konsumsi ikan, unggas, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • Batasi: Daging merah, lemak jenuh, makanan olahan (processed food), serta minuman tinggi gula.

2. Luangkan Waktu untuk Bergerak Setiap Hari

Kurang waktu untuk pergi ke tempat kebugaran bukan lagi alasan. Berjalan kaki santai atau bergerak aktif selama 10 menit saja setiap hari terbukti mampu menekan risiko stroke secara signifikan. Aktivitas fisik rutin sangat membantu menurunkan tekanan darah yang menjadi faktor pemicu utamanya.

Jika memungkinkan, targetkan total aktivitas fisik sebagai berikut:

  • Aktivitas sedang: Minimal 150 menit per minggu (seperti jalan cepat, bersepeda, atau menari).
  • Olahraga berat: Minimal 75 menit per minggu (seperti lari atau latihan beban di gym).

3. Pemanfaatan Obat Obesitas Terbaru dan Perhatian Khusus Perempuan

Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, pedoman medis ini menyertakan penggunaan obat-obatan penurunan berat badan terbaru (seperti Ozempic, Wegovy, Mounjaro, dan Zepbound) sebagai opsi terapi bagi pasien obesitas atau diabetes yang berisiko tinggi terkena stroke.

Selain penggunaan teknologi medis, dokter kini juga diimbau untuk lebih peka terhadap faktor risiko khusus pada perempuan, seperti riwayat tekanan darah tinggi saat hamil (preeklamsia), penggunaan kontrasepsi hormonal, hingga menopause dini.

Sumber: VOA Learning English / American stroke Association


Editor : Ahmad Sayuti