Bukan Sekadar Hiburan, Musik Kini Bisa Meredakan Nyeri dan Membantu Pemulihan Stroke

Para ilmuwan menemukan bahwa gelombang musik memiliki jalur khusus di otak yang ampuh meredakan nyeri, memulihkan pasien stroke, hingga terapi Parkinson

Bukan Sekadar Hiburan, Musik Kini Bisa Meredakan Nyeri dan Membantu Pemulihan Stroke
Para ilmuwan menemukan bahwa gelombang musik memiliki jalur khusus di otak yang ampuh meredakan nyeri, memulihkan pasien stroke, hingga terapi Parkinson

INILAHKORAN.ID - musik bukan lagi sekadar pelipur lara saat suasana hati buruk. Para ilmuwan kini menemukan bahwa nada, irama, dan ritme musik memiliki jalur khusus di dalam otak yang dapat meredakan rasa sakit hingga memulihkan kemampuan motorik pasien stroke dan Parkinson.

Dilansari dari website National Geographic, penelitian terbaru berfokus pada bagaimana sistem saraf manusia dapat menyelaraskan diri (sinkronisasi) dengan irama dan gelombang suara dari luar.

Saat seseorang mendengarkan lagu, getaran suara ditangkap oleh telinga lalu diubah menjadi sinyal listrik menuju otak. musik tidak hanya berhenti di area pendengaran (auditory cortex), tetapi juga mengaktifkan jaringan otak yang mengontrol gerakan, ingatan, emosi, hingga kemampuan memprediksi.

Mekanisme Neural Resonance Theory

Para ahli mengemukakan teori bernama Neural Resonance Theory. Teori ini menjelaskan bahwa otak manusia secara alami menyelaraskan denyut sarafnya dengan ketukan musik dari luar. Bahkan ketika irama musik dibuat rumit, otak secara aktif "menciptakan" pola ketukan itu sendiri di dalam pikiran.

3 Manfaat Medis musik yang Sedang Dikembangkan

1, Meredakan Rasa Nyeri

Penelitian dari McGill University menemukan bahwa rasa sakit dapat berkurang ketika ritme musik disesuaikan dengan tempo alami tubuh seseorang. musik dengan tempo yang selaras dengan irama tubuh terbukti memberikan efek peredam nyeri paling optimal.

2. Membantu Penderita Alzheimer

Stimulasi gelombang suara dengan frekuensi tertentu (seperti 40 Hz) diketahui dapat memperkuat aktivitas otak penderita Alzheimer. Pada uji coba laboratorium, kombinasi nada dan stimulasi cahaya yang bersinkronisasi terbukti mampu mengurangi penumpukan plak protein perusak memori di otak.

3. Terapi Motorik Pasien stroke dan Parkinson

Irama musik dapat menjadi panduan audio (cueing) bagi pasien dengan gangguan neurologis. Teknologi medis terbaru berbasis "resep akustik" kini memanfaatkan sensor sepatu yang terhubung langsung ke aplikasi musik.

  • Pasien Parkinson: musik yang menyesuaikan tempo langkah membantu pasien berjalan lebih stabil dan meningkatkan jumlah langkah harian hingga puluhan persen.
  • Pasien stroke: Terapi ritme ini membantu memulihkan kecepatan dan kestabilan cara berjalan pasien secara signifikan dalam waktu lima minggu.

Tantangan Penggunaan musik sebagai Resep Medis
Meskipun potensinya sangat besar, para peneliti menekankan bahwa penanganan medis berbasis akustik membutuhkan pendekatan yang personal.

"musik bukanlah satu jenis pengobatan tunggal, melainkan kumpulan komponen terapi. Tantangan berikutnya adalah menentukan komponen mana, apakah ritme, tempo, atau melodi yang paling pas untuk setiap pasien," ujar peneliti.


Editor : Ahmad Sayuti