Penanganan Cepat Tanggap Tekan Risiko Kecacatan Akibat Stroke

Penanganan stroke yang cepat dan terintegrasi menjadi faktor penentu utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan dan menghindari kecacatan

Penanganan Cepat Tanggap Tekan Risiko Kecacatan Akibat Stroke

INILAHKORAN.ID – penanganan stroke yang cepat dan terintegrasi menjadi faktor penentu utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien sekaligus menekan risiko kecacatan fisik. 

Pasalnya, pasien stroke iskemik hanya memiliki periode emas (golden period) sekitar 4,5 jam sejak munculnya gejala awal untuk bisa mendapatkan terapi reperfusi yang tepat.

Di Indonesia sendiri, stroke masih menjadi salah satu momok kesehatan terbesar sebagai penyebab utama kecacatan dan menyumbang sekitar 18,5 persen dari total angka kematian nasional.

Direktur Siloam Hospitals Bali, Ni Gusti Ayu Putri Mayuni, menegaskan bahwa kondisi tersebut menuntut kesiapan sistem layanan stroke yang prima, mulai dari penanganan darurat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga fase rehabilitasi medis. Pelayanan harus mengutamakan kecepatan diagnosis, akurasi keputusan medis, serta koordinasi lintas disiplin.

"Standar pelayanan stroke yang baik bukan sekadar soal pengakuan atau sertifikasi, melainkan bagaimana standar tersebut mampu diterjemahkan menjadi pelayanan yang cepat, aman, terkoordinasi, dan memberikan peluang pemulihan yang lebih baik bagi setiap pasien," ujar dr. Putri Mayuni di Denpasar, Bali, seperti dikutip dari Antara, Jumat (17/6/2026).

Secara umum, layanan stroke yang komprehensif mencakup penanganan terpadu sejak pasien tiba di IGD, pemeriksaan radiologi dan laboratorium, pemberian terapi sesuai indikasi, perawatan intensif, rehabilitasi medik, hingga edukasi mendalam kepada pihak keluarga. Seluruh tahapan wajib berjalan berdasarkan pedoman klinis berbasis bukti (evidence-based) yang dievaluasi secara berkala.

Sebagai gambaran nyata, data internal Siloam Hospitals Bali mencatat sepanjang Agustus 2025 hingga Januari 2026 terdapat 44 kasus stroke yang berhasil ditangani. Dari jumlah tersebut, empat pasien memperoleh terapi trombolisis intravena, satu pasien menjalani tindakan trombektomi mekanik, dan sekitar 93 persen pasien dilaporkan mengalami perbaikan kondisi yang signifikan.

Berkat komitmen tersebut, sistem layanan stroke di rumah sakit ini baru saja dianugerahi Clinical Care Program Certification (CCPC) for stroke dari Joint Commission International (JCI). Sertifikasi bergengsi berskala internasional ini diberikan kepada fasilitas kesehatan yang dinilai memiliki sistem penanganan stroke komprehensif yang memenuhi standar ketat dunia.


Editor : Ahmad Sayuti