989 Ribu Kendaraan Lewati Jalan Arteri Selama Puncak Arus Balik
Lonjakan volume kendaraan di jalan arteri Jawa Barat terjadi pada puncak arus balik Lebaran 2025, yakni Sabtu dan Minggu (5-6 April 2025).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Lonjakan volume kendaraan di jalan arteri Jawa Barat terjadi pada puncak arus balik Lebaran 2025, yakni Sabtu dan Minggu (5-6 April 2025).
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat mencatat, angkanya kendaraan mencapai 989.772 ribu dari 14 titik jalan arteri yang dilintasi pemudik.
14 titik jalan arteri ini ada di tiga Jalur, yaitu Jalur Pantura, Jalur Selatan, Jalur Tengah. Beberapa diantaranya, di jalur selatan ada Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi, Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, kemudian Limbangan, Kabupaten Garut dan lainnya.
"Jumlah total pemudik yang melintasi jalur arteri pada puncak arus balik kemarin di wilayah Jabar mencapai 989.772 ribu kendaraan," ujar Plt Kepala Dishub Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar, Minggu 6 April 2025.
Dhani menuturkan, pemudik jalan arteri lingkar selatan mayoritas dipadati oleh pengendara roda dua dan empat. Pada Jalur Lingkar Nagreg misalnya, kepadatan terjadi dari arah Tasikmalaya, Garut menuju wilayah Bandung dengan jumlah 75,582 kendaraan.
"Pemantauan pada titik Nagreg, dari Bandung menujuarah Tasikmalaya mengalami penurunan volume kendaraan, serta didominasi kendaraan roda dua, jumlahnya 43,076 kendaraan," kata dia.
Sementara di Jalur selatan seperti Limbangan, Kabupaten Garut, jumlah pemudik yang melintas menuju arah Bandung mencapai 41,380 kendaraan. Sementara dari Garut menuju arah Tasikmalaya mencapai 29,679.
Sedangkan di Jalur Pantura, Loserang, Indramayu, jumlah kendaraan yang melintas mencapai 61,158 kendaraan, mengalami peningkatan dari hari-hari sebelumnya yang hanya 43,543 kendaraan. Adapun peningkatan terjadi dari Indramayu menuju Jakarta.
"Sementara darinIndramayu arah Jateng juga mengalami peningkatan volume kendaraan. Proporsi kendaraan besar yang melintas di titik Losarang ke arah Jakarta maupun Jateng cukup besar dibandingkan dengan lokasi lain," ucapnya.
Kemudian di jalur tengah, dari Jatiwangi, Kabupaten Majalengka kendaraan menuju arah Cirebon mencapai 20,391 kendaraan. Sementara menuju ke Sumedang sebanyak 20,755 kendaraan, di mana dua jalaur tersebut didominasi kendaraan roda dua.
"Volume kendaraan dari Majalengka arah Cirebon menunjukkan peningkatan dibandingkan hari sebelumnya. Sementara, arah Sumedang mengalami penurunan volume kendaraan," ujarnya.
Adapun sampai saat ini arus balik setelah lebaran masih terjadi. Beberapa arus kendaraan akan memadati beberapa jalur di wilayah Jabar dari sore hingga malam hari.
"puncak arus balik berpotensi terjadi pada Sabtu dan Minggu atau 5-6 April 2025," pungkasnya. ***
Editor : JakaPermana

