AC Milan 3-1 Inter Milan: Rossoneri Ngeri !
RUBEN Amorim baru saja menjalani malam indah usai AC Milan menang melawan Inter dalam derby della madoninna, Minggu (1/11) dini hari WIB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Bagi Amorim, kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena datang hanya beberapa hari setelah Milan mengalami kekalahan menyakitkan 2-4 dari Bologna di kandang sendiri.
Dari kekecewaan menjadi kebanggaan, Rossoneri seolah menemukan kembali alasan untuk tersenyum di hadapan para pendukungnya.
Milan bahkan langsung menunjukkan karakter berbeda sejak menit-menit awal. Mereka tampil agresif dan berhasil membangun keunggulan dua gol dalam 10 menit pertama, sebuah awal yang mengejutkan bagi Inter.
Diego Moreira menjadi salah satu sosok penting dalam kemenangan tersebut. Ia mencetak gol melalui tendangan bebas sekaligus menyumbangkan dua assist yang diselesaikan Christian Pulisic dan Adrien Rabiot.
Inter sempat memberikan perlawanan melalui gol sundulan Alessandro Bastoni setelah memanfaatkan sepak pojok Hakan Calhanoglu.
Namun, Milan mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Usai pertandingan, Amorim tidak menyembunyikan kepuasannya melihat perubahan yang ditunjukkan anak asuhnya. Ia menilai Milan tampil lebih matang, terutama dalam membaca situasi pertandingan dan menghadapi kekuatan fisik Inter.
“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik. Mereka sangat kuat dalam duel udara, tetapi kami mengubah cara menangani pertandingan.
Saya merasa tim ini menunjukkan perkembangan dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya,” ujar Amorim kepada DAZN.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap permainan timnya pada babak kedua, ketika Milan mampu mengontrol penguasaan bola.
Kehadiran Luka Modric disebut memberikan pengaruh besar dalam menjaga keseimbangan permainan.
Bagi Amorim, pertandingan tersebut mungkin bukan sebuah pertunjukan sepak bola yang sempurna.
Namun, ia tahu betul bahwa para pendukung Milan membutuhkan malam seperti ini.
“Ini bukan pertandingan yang menakjubkan, tetapi merupakan malam yang menakjubkan bagi para pendukung kami. Kemenangan ini sangat penting setelah apa yang terjadi pada hari Rabu,” katanya.
Amorim juga tidak lupa menyoroti kontribusi sejumlah pemain yang kembali tersedia setelah absen ketika menghadapi Bologna. Namanama seperti Gila, Moreira, dan Rabiot memberikan dampak besar, bukan hanya melalui kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan etos kerja mereka.
“Saya merasa para pemain masih menyimpan kemarahan atas hasil sebelumnya. Namun, kita harus jujur bahwa kehadiran Gila, Moreira, dan Rabiot membuat perbedaan besar,” tuturnya.
Di balik kemenangan 3-1 tersebut, ada satu hal yang tampaknya paling membekas dalam ingatan Amorim: atmosfer Derby della Madonnina.
Bagi seorang pelatih yang telah merasakan berbagai pertandingan besar, pengalaman di San Siro ternyata tetap menghadirkan sesuatu yang berbeda.
“Atmosfernya luar biasa. Gairah yang saya rasakan benar-benar berbeda dari derby mana pun yang pernah saya alami sebelumnya,” ungkapnya.Ucapan itu menggambarkan betapa besarnya arti pertandingan ini bagi masyarakat Milan. Derby bukan sekadar persaingan dua klub sekota, melainkan pertarungan harga diri yang melibatkan emosi jutaan pendukung.
Amorim pun menyadari bahwa kemenangan ini bisa menjadi titik penting untuk membangun kembali kepercayaan suporter terhadap proyek yang sedang ia jalankan.
“Saya sangat senang untuk para pemain. Para suporter juga kini memiliki kepercayaan yang lebih besar terhadap proyek ini,” katanya.
Namun, ia tidak ingin kemenangan atas Inter membuat siapa pun terlena.
Di tengah euforia kemenangan derby, Amorim justru mengingatkan bahwa perjalanan Milan masih panjang.
Ia memahami bahwa membangun tim yang kompetitif tidak bisa dilakukan hanya dalam hitungan hari.
Baginya, sepak bola selalu menghadirkan dua sisi yang harus diterima dengan lapang dada: malam penuh kebahagiaan seperti saat mengalahkan Inter dan harihari sulit seperti ketika dipermalukan Bologna.
“Kita akan menjalani malammalam indah seperti ini, tetapi kita juga akan melewati masa-masa buruk seperti pertandingan melawan Bologna. Itulah bagian dari proses,” ujarnya.
Ambisi untuk mengembalikan Milan ke puncak sepak bola Italia juga tetap menjadi tujuan utama.
Amorim mengakui bahwa target pemilik klub, Gerry Cardinale, adalah membawa kembali Scudetto ke Milanello.
Meski demikian, ia meminta semua pihak memahami bahwa target tersebut membutuhkan proses dan tidak mudah diwujudkan pada musim pertama.
“Kami akan menjadi tim yang sangat bagus, tetapi itu membutuhkan waktu. Tujuannya selalu sama, seperti yang dikatakan Tuan Cardinale, yaitu memenangkan Scudetto.
Namun, kita harus realistis karena akan sangat sulit meraih gelar pada tahun pertama,” jelasnya.
Sementara itu Inter tidak pernah memenangi tujuh laga derby terakhirnya di seluruh ajang, rinciannya dua seri dan sisanya dipermalukan saudara tua. Bahkan di empat pertemuan terakhir, Inter selalu kalah.
“Kami dihukum atas kesalahan individu dan tim. Kadang, seperti yang sudah saya bilang ketika kami menang juga, kami tidak selalu tampil bagus. Bukannya buruk, tapi kami harus lebih baik saja,” ujar gelandang Inter Nicolo Barella seperti dikutip Football Italia. (bsf )
Editor : Inilahkoran

