Ketika Tradisi Menjadi Napas Sebuah Desa
DESA Puspasari merayakan hari jadi ke- 42 dengan mengangkat seni dan budaya lokal.Generasi muda pun diajak menjaga tradisi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Kemajuan sebuah desa tidak selalu diukur dari pembangunan jalan, gedung, atau fasilitas umum. Ada hal lain yang tak kalah penting untuk dijaga, yakni seni, budaya, dan tradisi yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.
Semangat itulah yang terasa dalam peringatan Hari Jadi ke-42 Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Perayaan tahun ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul warga, tetapi juga momentum untuk mengenalkan kembali kekayaan seni dan budaya lokal kepada generasi muda.
Keterlibatan anak-anak muda menjadi salah satu hal menarik dalam pesta rakyat tersebut. Mereka mengambil peran sebagai penggerak kegiatan dengan menyumbangkan ide, kreativitas, tenaga, hingga pemikiran untuk menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya.
Kepala Desa Puspasari Kurnia Nurdin mengatakan, pengangkatan tema seni dan budaya lokal merupakan upaya agar tradisi warisan leluhur tidak terlupakan, terutama di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Menurut dia, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi. Karena itu, peringatan hari jadi desa menjadi ruang bagi mereka untuk mengenal sekaligus terlibat langsung dalam kegiatan pelestarian budaya.
Menariknya, pesta rakyat tersebut terselenggara berkat dukungan lebih dari 10 sponsor. Seluruh rangkaian kegiatan itu tidak menggunakan anggaran desa maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Keterlibatan masyarakat dan dukungan berbagai pihak memperlihatkan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan dalam kehidupan desa. Semangat gotong royong yang tumbuh dari warga menjadi modal untuk menyelenggarakan kegiatan sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto yang menghadiri peringatan tersebut mengapresiasi masyarakat Desa Puspasari yang masih mempertahankan adat istiadat dan tradisi warisan leluhur.
Dianmengingatkan, kemajuan pembangunan daerah semestinya tidak membuat masyarakat melupakan akar budayanya.
Modernisasi dan pelestarian tradisi harus berjalan beriringan agar nilai-nilai luhur yang diwariskan generasi terdahulu tetap hidup. (gin)
Editor : Inilahkoran

