Ada Apa dengan Dokter Wira?

MISTERI ketidakhadiran dokter tim Persib Bandung, Wira Prasetya dalam beberapa pertandingan terakhir akhirnya mulai terungkap.

Ada Apa dengan Dokter Wira?
ABSEN: Dokter tim Persib Wira Prasetya (kiri) sempat absen dalam beberapa pertandingan yang dilakoni skuat besutan Igor Tolic.(INILAH/ADAM HUSEIN)

Setelah sempat memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan dirinya telah meninggalkan Persib Bandung, Wira kini angkat bicara dan memberikan klarifikasi.

Melalui pernyataan yang didapatkan INILAH Koran, Wira menjelaskan alasan di balik ketidakhadirannya mendampingi Persib secara langsung di sisi lapangan.

Ia menegaskan, situasi tersebut bukan terjadi atas keinginannya sendiri. Sebaliknya, Wira mengaku masih memiliki keinginan besar untuk terus berada di tengah tim dan siap menjalankan tugasnya kapan pun dibutuhkan.

Persoalan ini menjadi sorotan setelah Persib harus menerima sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berupa denda sebesar Rp25 juta.

Hukuman tersebut dijatuhkan lantaran Maung Bandung tidak menghadirkan dokter tim resmi di sisi lapangan ketika menghadapi Madura United pada 22 Oktober 2026.

Situasi tersebut semakin mengundang perhatian karena ketidakhadiran Wira juga terjadi saat Persib menghadapi Garudayaksa FC dan Isenmulang FC. Kondisi itu kemudian memunculkan dugaan bahwa sang dokter telah berpisah dengan klub kebanggaan Bobotoh tersebut.

Namun, Wira akhirnya memberikan penegasan. Ia menyebut ada alasan profesional tertentu yang membuatnya untuk sementara tidak bisa mendampingi tim secara langsung.

"Ketidakhadiran saya sebagai dokter mendampingi tim bukan karena keinginan saya pribadi. Sesungguhnya saya amat sangat ingin mendampingi tim dan saya amat sangat siap ketika diminta kapan pun untuk mendampingi tim. Namun, saya hanya seorang dokter dan tidak memiliki kuasa apapun," tulis Wira dalam pernyataannya, Selasa (3/11).

Wira juga mengungkapkan bahwa potensi sanksi akibat absennya dokter tim sebenarnya sudah diketahui oleh manajemen Persib sebelum pertandingan melawan Madura United. Artinya, persoalan tersebut bukan sesuatu yang sama sekali tidak disadari oleh pihak klub.

Di balik persoalan yang tengah dihadapinya, Wira ingin menegaskan jika Persib bukan sekadar tempat bekerja baginya. Klub berjuluk Maung Bandung itu memiliki ikatan emosional yang begitu kuat dalam perjalanan hidupnya.

"Sebagai orang yang lahir dan tumbuh besar di Kota Bandung, saya sudah menjadi Bobotoh sejak tahun 1994, dan saya sangat mencintai klub ini. Tidak mungkin saya meninggalkan tim begitu saja, apalagi tim sedang menghadapi jadwal yang padat," ungkapnya.

Wira juga membawa sisi kemanusiaan dalam klarifikasinya. Dengan pengalaman hampir 20 tahun sebagai dokter dan 12 tahun menyandang gelar dokter spesialis, ia menegaskan bahwa profesi yang dijalaninya bukan semata-mata pekerjaan, melainkan tanggung jawab yang terikat pada sumpah untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

"Setiap dokter disumpah (Sumpah Hipokrates) harus menjunjung tinggi kemanusiaan dan melindungi setiap insan kehidupan di manapun dia berada dan dalam kondisi apapun, di atas kepentingan apapun. Sebagai seorang dokter, saya akan tetap memegang teguh sumpah saya," tegas Wira.

Lebih jauh, ia memastikan bahwa hingga saat ini statusnya masih sebagai dokter tim Persib Bandung. Kendati tidak hadir secara langsung di lapangan, bukan berarti dirinya berhenti menjalankan tanggung jawab terhadap kebutuhan tim. (muhammad ginanjar)


Editor : Inilahkoran