Dari Arena, Guru Menyemai Inspirasi
KOMPETENSI guru tumbuh melalui beragam pengalaman. Porsenijar mempertemukan olahraga, seni, dan inovasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran dan menyampaikannya di ruang kelas. Kesehatan fisik, kreativitas, serta kemampuan berinovasi juga menjadi bekal penting dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas bagi para murid.
Semangat itulah yang diusung dalam Pekan Olahraga, Seni, dan Inovasi Pembelajaran Guru (Porsenijar) PGRI 2026 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Berlangsung pada 2–6 November 2026, kegiatan ini mempertemukan para guru dari 14 kabupaten/kota untuk berkompetisi sekaligus berbagi gagasan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang pengembangan kompetensi dan potensi para pendidik.
Porsenijar tidak sekadar menghadirkan pertandingan olahraga atau perlombaan seni, tetapi juga memberi kesempatan kepada guru untuk menunjukkan inovasi pembelajaran.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Syarif Faisal Indahmawan Alkadri mengatakan, Porsenijar menjadi wadah untuk menjaring dan mengembangkan talenta berprestasi para guru. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mempererat persaudaraan dan solidaritas antarpengajar di Kalimantan Barat.
"Porsenijar bukan sekadar pertandingan, tetapi menjadi wadah untuk menjaring dan mengembangkan talenta berprestasi para guru di bidang olahraga, seni, dan pembelajaran dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat," kata Faisal, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (3/11).
Menurut Faisal, olahraga, seni, dan inovasi pembelajaran memiliki keterkaitan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Guru yang sehat, bugar, dan gembira diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup. Sementara itu, kegiatan seni dapat menumbuhkan kreativitas sekaligus kecintaan terhadap budaya.
Adapun inovasi pembelajaran menjadi bagian penting karena manfaatnya langsung dirasakan murid. Gagasan baru dari guru diharapkan membuat proses belajar semakin menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
"Ketika guru berinovasi dalam pembelajaran, murid-murid yang pertama merasakan manfaatnya. Tiga hal ini berjalan beriringan untuk satu tujuan, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Barat," tuturnya.
Selama lima hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai cabang olahraga, perlombaan seni, serta mempresentasikan inovasi pembelajaran. Salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan adalah bulu tangkis ganda putra dan putri. Turnamen ini juga melibatkan jajaran dinas pendidikan kabupaten/kota.
Keterlibatan berbagai unsur pendidikan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan yang ingin dibangun melalui Porsenijar. Tidak hanya tenaga pendidik, para pengelola kebijakan pendidikan di daerah turut mengambil bagian dalam kegiatan ini.
Faisal mengingatkan peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta memanfaatkan momentum tersebut untuk bertukar pengalaman. Menurut dia, sikap jujur, saling menghormati, dan kesatria harus tetap menjadi pegangan setiap peserta. (gin)
Editor : Inilahkoran

