Langkah Senja Terhenti di Tepian Rel

SEORANG lansia tewas terserempet KRL. Korban diduga berjalan di bantaran rel saat kereta melintas.

Langkah Senja Terhenti di Tepian Rel
EVAKUASI KORBAN: Jenazah Rais (84) korban Tersambar KRL Bogor-Jakarta di wilayah Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal saat dievakuasi ke rumah sakit, Selasa (3/11).(INILAH/RIZKI MAULUDI)

Suasana siang di kawasan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mendadak berubah setelah seorang warga lanjut usia ditemukan tergeletak di sekitar jalur kereta api. 

Pria bernama Rais (84) itu menjadi korban kecelakaan setelah terserempet Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Bogor–Jakarta, Selasa (3/11). 

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.45 WIB, tepatnya di belakang Gedung DPRD Kota Bogor. Informasi awal datang dari seorang warga yang melihat korban sudah tergeletak di dekat rel. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Ketua RW setempat.

Ketua RW 02 Kelurahan Kebon Pedes, Sumardi, menuturkan kereta yang melaju dari arah Bogor menuju Jakarta sempat berhenti. Masinis menyampaikan kepada warga bahwa seseorang mengalami kecelakaan di jalur tersebut.

"Warga melihat korban sudah tergeletak. Keretanya juga sempat berhenti dan masinis memberi tahu warga bahwa ada yang tertabrak. Korban merupakan warga RT 01 RW 11, Kampung Pondok Rumput, Kelurahan Kebon Pedes. Korban diketahui sudah berusia sekitar 80 tahun dan dalam kesehariannya kerap berjalan mondar-mandir seorang diri," ungkap Sumardi.

Kebiasaan korban berjalan seorang diri di sekitar lingkungan tempat tinggalnya menjadi salah satu informasi yang disampaikan warga kepada petugas. Namun, kronologi pasti kecelakaan masih merujuk pada keterangan saksi di lokasi.

Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Sonson Sudarsono, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga sedang berjalan di bantaran rel ketika KRL melintas dari arah Bogor menuju Jakarta.

"Berdasarkan informasi dari saksi di lapangan, yang bersangkutan sedang berjalan di bantaran rel kereta. Kemudian ada kereta dari arah Bogor menuju Jakarta dan korban terserempet," tutur Sonson.

Sonson menjelaskan, korban diketahui berinisial MRS, lahir pada 1943, dan merupakan warga setempat. Keterangan keluarga serta tetangga menyebutkan korban juga mengalami gangguan pendengaran.

Setelah menerima laporan, polisi berkoordinasi dengan tim Inafis dan warga untuk menangani kejadian tersebut sekaligus menghubungi keluarga korban.

"Setelah menerima laporan, petugas kepolisian berkoordinasi dengan tim Inafis dan warga setempat untuk melakukan penanganan serta berkomunikasi dengan pihak keluarga," terangnya.

Atas permintaan keluarga, jenazah korban tidak dibawa ke rumah sakit, melainkan langsung diantar ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan.

"Atas permintaan keluarga, jenazah korban kemudian dibawa langsung ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan," tambah Sonson. (rizki mauludi/gin)


Editor : Inilahkoran