DLH Cimahi Antisipasi Pohon Tumbang saat Hujan

DLH Cimahi Antisipasi Pohon Tumbang saat Hujan
PANTAU KONDISI: Pohon tumbang di Cimahi menimpa kendaraan roda empat.(INILAH/AGUS SATIA NEGARA)

INILAH, Cimahi - Pepohonan memberi kesejukan bagi lingkungan permukiman dan ruang terbuka publik. Namun, ketika musim hujan mendekat, keberadaan pohon-pohon besar juga menyimpan risiko jika kondisi kesehatan dan kekuatan batangnya luput dari pemeriksaan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi pun meningkatkan intensitas pemantauan pepohonan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi pohon tumbang yang berpotensi membahayakan warga maupun merusak fasilitas umum.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Cimahi, Agus Irwan Kustiawan, mengatakan pemantauan dilakukan setiap hari oleh tim khusus bernama Tangkas Jagawana. Tim tersebut berkeliling memeriksa pohon-pohon yang dinilai memiliki potensi bahaya.

"Setiap hari, tim ini berkeliling meninjau pohon-pohon yang dinilai berisiko, dengan menggunakan standar penilaian Indeks Kesehatan Pohon (IKP) sebagai dasar objektif untuk menentukan tindakan yang paling tepat, apakah cukup dipangkas atau harus ditebang," kata Agus, Selasa (3/11). 

Pemeriksaan itu menjadi semakin penting setelah sebuah pohon besar tumbang di Kompleks KPAD Sriwijaya, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Sabtu (24/10). 

Pohon yang diperkirakan berusia lebih dari 25 tahun tersebut roboh secara tiba-tiba. Padahal, saat kejadian tidak sedang turun hujan maupun bertiup angin kencang.

"Beruntung, arah robohnya tidak mengenai bangunan sehingga tidak ada korban jiwa maupun kerugian harta benda," ungkapnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman pohon tumbang tidak selalu terlihat dari kondisi luarnya. Kerusakan pada akar maupun bagian dalam batang dapat berlangsung perlahan tanpa menunjukkan tanda yang mudah dikenali.

Agus menyebut, salah satu dugaan penyebab pohon di KPAD Sriwijaya roboh adalah aktivitas pembakaran sampah di sekitar pangkal pohon yang dilakukan berulang kali selama bertahun-tahun. Kebiasaan tersebut diduga merusak jaringan akar dan mengurangi kekuatan batang.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan pohon menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan. Tidak semua pohon berisiko harus ditebang. Tindakan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pohon berdasarkan hasil penilaian Indeks Kesehatan Pohon.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan Indeks Kesehatan Pohon, penanganan dilakukan secara bertahap," sebutnya.

Pohon yang masih sehat, tetapi memiliki tajuk terlalu rimbun, dapat ditangani melalui pemangkasan atau topping. Langkah ini bertujuan mengurangi beban angin pada bagian atas pohon.

Sementara itu, pohon dengan kondisi yang sudah membahayakan, seperti batang keropos, posisi miring, atau kerusakan akar, akan ditangani melalui penebangan terencana.

Upaya menjaga keselamatan lingkungan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Warga diimbau tidak mengabaikan tanda-tanda kerusakan pohon, terutama jika posisinya berada dekat bangunan maupun jalan.

Agus meminta masyarakat segera melaporkan pohon yang terlihat miring, memiliki lubang besar pada batang, atau mempunyai cabang besar yang berpotensi mengancam keselamatan. (agus satia negara/gin)


Editor : Inilahkoran