Patroli Digital Jaga Jawa Barat

Patroli Digital  Jaga Jawa Barat
PELAYANAN TERBAIK: PATROLI JAWARA hadir untuk menjaga keamanan, bekerja dengan profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik.(INILAH/CESAR YUDISTIRA)

INILAH, Bandung - Patroli kepolisian tak lagi cukup hanya mengandalkan kehadiran personel di jalanan. Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi dan karakteristik wilayah yang beragam, pengawasan keamanan membutuhkan cara kerja yang lebih terukur, tepat sasaran, dan transparan.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Kepala Subdirektorat Tugas Umum (Kasubdit Gasum) Direktorat Samapta Polda Jawa Barat, AKBP Zharly Fiet, menggagas inovasi PATROLI JAWARA atau Jaga Rawat Jawa Barat.

Inovasi yang dirancang dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVI Tahun Anggaran 2026 ini membawa pendekatan baru dalam pelaksanaan patroli. Teknologi kamera dan analisis data kerawanan wilayah menjadi dua unsur utama untuk memperkuat tugas kepolisian di lapangan.

"PATROLI JAWARA dirancang sebagai upaya optimalisasi pelaksanaan patroli dengan mengintegrasikan pemanfaatan DASHCAM dan BODYCAM, serta mengarahkan sasaran patroli berdasarkan analisis data kerawanan wilayah," ujarnya, Selasa (3/11).

Melalui Dashboard Camera (DASHCAM) yang dipasang pada kendaraan patroli dan Body Worn Camera (BODYCAM) yang dikenakan personel, setiap kegiatan di lapangan dapat terdokumentasi. Rekaman tersebut diharapkan mendukung pengawasan internal sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas ketika polisi berinteraksi dengan masyarakat.

Dengan cara ini, patroli tidak hanya diukur dari seberapa sering personel hadir di suatu wilayah. Lebih dari itu, setiap kegiatan diharapkan memiliki hasil yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, teknologi tidak serta-merta menjamin perubahan. Kesiapan personel menjadi faktor penting agar perangkat yang tersedia benar-benar berfungsi sesuai kebutuhan operasional.

Zharly menilai, pemanfaatan kamera harus disertai pemahaman dan keterampilan yang memadai. Karena itu, PATROLI JAWARA tidak hanya berfokus pada pengadaan perangkat, tetapi juga menyiapkan standar operasional prosedur (SOP), inventarisasi kebutuhan, serta pelatihan bagi personel patroli.

"Namun, pemanfaatan teknologi tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat. Diperlukan pemahaman, keterampilan, dan kesiapan personel agar teknologi dapat digunakan secara tepat sesuai kebutuhan operasional," kata Zharly.

Pengembangan inovasi ini juga melibatkan berbagai fungsi di lingkungan Polda Jawa Barat. Tim efektif dibentuk dengan mengikutsertakan unsur pimpinan, pengawasan, teknologi informasi dan komunikasi, logistik, keuangan, hingga bidang hukum.

Bidang TIK memberikan dukungan teknis, Bidlog dan Bidkeu mendukung kebutuhan sarana prasarana serta anggaran, sedangkan Bidkum terlibat dalam penelaahan regulasi dan penyusunan SOP. Kolaborasi juga diarahkan untuk melibatkan pemerintah daerah, penyedia teknologi, media massa, dan masyarakat. (cesar yudistira/gin)


Editor : Inilahkoran