Warga Tasikmalaya Menunggu Terbang ke Jakarta

Warga Tasikmalaya Menunggu Terbang ke Jakarta
TINJAU: Perwakilan dari maskapai Rimbun Air saat berada di bandara Wiriadinata Kota Tasikmalaya untuk meninjau rencana penerbangan langsung ke Jakarta.(INILAH/NUNUNG NUROHMAN)

INILAH, Tasikmalaya- Harapan warga Tasikmalaya bisa terbang langsung ke Jakarta kini mulai kembali terbuka.

Selama ini, perjalanan dari Tasikmalaya menuju Jakart masih identik dengan jalur darat yang memakan waktu berjam-jam.

Masyarakat Priangan Timur yang memiliki urusan pekerjaan, pendidikan, bisnis, maupun keluarga di Ibu Kota, selama ini menantikan kehadiran penerbangan langsung menuju Ibu Kota.

Namun kini,  rencana menghidupkan penerbangan komersial rute Tasikmalaya–Jakarta mulai menemukan titik terang setelah maskapai Rimbun Air melakukan peninjauan langsung ke Bandara Wiriadinata, Kota Tasikmalaya, beberapa hari lalu.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan untuk membuka kembali konektivitas udara dari Tasikmalaya menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Bagi masyarakat, rencana ini bukan sekadar menghadirkan pilihan moda transportasi baru. Lebih dari itu, penerbangan langsung diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan, memudahkan mobilitas, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap pematangan. Rimbun Air tengah mengkaji sejumlah aspek operasional, terutama terkait penentuan tarif dan jadwal penerbangan.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin terburu-buru membuka layanan tanpa perhitungan matang.

"Masih menganalisa baik tarif ataupun jadwal, rombongan Rimbun Air juga sudah hadir. Sedang dimatangkan dahulu, tidak mau terburu," ujar Viman, Selasa (3/11).

Pesawat yang direncanakan melayani rute tersebut merupakan jenis ATR 72 dengan kapasitas hingga 72 penumpang. Jangkauan layanan ini pun diharapkan tidak hanya dinikmati warga Kota Tasikmalaya, tetapi juga masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dan daerah lain di kawasan Priangan Timur.

Dengan demikian, Bandara Wiriadinata berpotensi menjadi pintu perjalanan udara bagi masyarakat dari wilayah yang lebih luas.

"Awalnya kita bergerak juga dengan Pak Bupati Tasik, jadi wilayah Tasik dan sekitarnya dapat memanfaatkan penerbangan ini," katanya.

Meski begitu, masih ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum pesawat benar-benar kembali mengangkut penumpang. Mulai dari perizinan, penyusunan jadwal operasional, hingga menyiapkan sistem pemesanan tiket melalui platform perdagangan elektronik.

Viman mengaku optimistis rencana tersebut bisa terealisasi. Terlebih, Rimbun Air yang sebelumnya dikenal bergerak di bidang penerbangan logistik kini mulai menjajaki pasar angkutan penumpang.

"Rimbun Air ini kan awalnya bergerak di bidang logistik, dan sekarang mau membuka pasar penumpang. Spiritnya menumbuhkan pasar dahulu," ungkapnya.

Namun, ada satu hal yang menjadi perhatian pemerintah daerah: jangan sampai penerbangan hanya bertahan sebentar.

Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran bahwa membuka kembali rute penerbangan bukan perkara menghadirkan pesawat dan menyediakan jadwal. Jumlah penumpang, tarif yang terjangkau, serta keberlanjutan operasional juga menjadi faktor penting. (nunung nurohman)


Editor : Inilahkoran