Reaktivasi Bandara Husein Tingkatkan Investasi

Reaktivasi Bandara Husein Tingkatkan Investasi
TUMBUH: Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah.(ANTARA/FOTO)

INILAH, Bandung- Pemerintah Kota Bandung menilai reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dapat meningkatkan pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah melalui peningkatan aksesibilitas.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Eric Mohamad Atthauriq mengatakan keberadaan bandara tersebut dapat menjadi salah satu faktor pendukung aktivitas ekonomi, terutama dengan semakin terbukanya akses transportasi bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Harapannya, dan mudah-mudahan dapat terealisasi, dengan dibukanya kembali Bandara Husein Sastranegara hal ini turut memberikan dorongan terhadap investasi di Kota Bandung,” kata Eric, Selasa (3/11).

Ia mengatakan kemudahan akses menuju Kota Bandung juga didukung berbagai sarana transportasi publik lainnya yang telah tersedia.

Menurutnya, potensi dampak ekonomi akan semakin besar apabila Bandara Husein Sastranegara nantinya kembali melayani penerbangan internasional.

“Apalagi, mudah-mudahan ke depannya bandara tersebut benar-benar dapat melayani penerbangan internasional. Dengan demikian, investasi di Kota Bandung secara khusus dan laju pertumbuhan ekonomi dapat kembali bergerak,” ujarnya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Bandara Husein Sastranegara diproyeksikan kembali melayani penerbangan internasional dengan tujuan Singapura dan Malaysia.

Farhan mengatakan rencana tersebut masih menunggu kesiapan sejumlah pihak, termasuk maskapai yang sedang mengurus perizinan penerbangan.

“Tapi sepertinya didahulukan Singapura dan Malaysia. Mudah-mudahan,” ujarnya.

Di sisi lain aktivitas penerbangan domestik di Jawa Barat masih terkonsentrasi di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung.

Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka belum menunjukkan tingkat keberangkatan penumpang yang sebanding, meskipun keduanya menjadi bagian dari infrastruktur transportasi udara di Jawa Barat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah penumpang penerbangan domestik yang berangkat melalui angkutan udara komersial pada September 2026 mencapai 18.093 orang. Angka tersebut meningkat 63,22% dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat sebanyak 11.085 orang. (bsf)


Editor : Inilahkoran