Pembangunan JPO Mulai Berjalan: Demi Keselamatan, Lintasan Ditiadakan
PERLINTASAN MA Salmun ditutup untuk pembangunan JPO. Warga kini harus menyesuaikan akses dan jalur perjalanan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Rizki Mauludi
Seng pembatas kini berdiri di kedua sisi perlintasan sebidang MA Salmun, Kecamatan Bogor Tengah. Akses yang selama ini menjadi jalur penghubung warga dan pengendara itu mulai berubah seiring dimulainya persiapan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Penutupan perlintasan tersebut membuat pengendara sepeda motor tak lagi bisa melintas. Pejalan kaki masih dapat melewati pintu kecil yang disediakan di kedua sisi, meski akses itu bersifat sementara selama proses pembangunan berlangsung.
Perubahan paling terasa bagi pengguna jalan yang biasa melintasi kawasan tersebut. Mereka kini harus menyesuaikan perjalanan dengan jalur alternatif yang telah disiapkan.
Camat Bogor Tengah Dheri Wiriadirama mengatakan, penutupan perlintasan dilakukan untuk mendukung pembangunan JPO. Sebelum pelaksanaan, pemerintah telah menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada masyarakat.
"Ya hari ini kami melakukan penutupan perlintasan kereta api karena ini memang sudah disosialisasikan sebelumnya dan sudah disepakati," kata Dheri, Selasa (3/11).
Selama pengerjaan JPO, ruas Jalan MA Salmun di sekitar lokasi pembangunan akan disterilkan dari pedagang kaki lima (PKL) maupun kendaraan roda dua dan empat. Namun, pemerintah memberikan akses khusus bagi warga Ardio yang tidak memiliki jalur lain menuju permukiman mereka.
Warga tetap dapat keluar masuk menggunakan kendaraan melalui pintu buka-tutup yang dijaga secara bergantian oleh warga setempat. Sebanyak delapan orang ditugaskan untuk mengatur akses tersebut.
Menurut Dheri, kebijakan khusus ini diberikan agar kebutuhan mobilitas warga tetap terpenuhi di tengah penutupan perlintasan. Sebelumnya, sebagian warga sempat menyampaikan keberatan karena mengira penutupan akan membuat kendaraan sama sekali tidak bisa masuk ke kawasan permukiman.
"Mereka berpikir awalnya kendaraan roda empat tidak bisa masuk sama sekali, motor juga tidak bisa, tapi itu tidak, khusus mereka diberi pintu sendiri," jelasnya.
Pemerintah berharap pengaturan tersebut dapat menjawab kebutuhan warga sekaligus menjaga kelancaran proyek. Sementara itu, pengguna jalan lainnya diminta mencari jalur alternatif dan tidak lagi melintasi kawasan pembangunan.
Dheri juga mengingatkan pejalan kaki agar tidak menyeberang melalui perlintasan lama. Setelah pembangunan tembok pembatas atau TPT, akses untuk menyeberang di lokasi tersebut tidak lagi tersedia.
"Termasuk pejalan kaki juga idealnya tidak nyebrang lagi di lintasan, karena setelah ada TPT tidak ada opsi untuk pejalan kaki," ujarnya.
Penutupan perlintasan MA Salmun merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bogor dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menjelaskan, penutupan JPL Nomor 1 di Km 54+416, Jalan MA Salmun, telah dilakukan sejak Senin (26/10).
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, sekaligus mendukung penataan akses transportasi di sekitar Stasiun Bogor.
"Penutupan itu juga menjadi bagian dari upaya mendukung penataan akses transportasi di sekitar Stasiun Bogor. Dengan diberlakukannya penutupan tersebut, masyarakat tidak lagi dapat menggunakan JPL Nomor 1 untuk melintasi rel kereta api," kata Franoto. (gin)
Editor : Inilahkoran

