Ada Kerusakan Logistik Pemilu, Bawaslu Kab Bandung minta KPU Lebih Berhati-hati

Badan Pengawan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) lebih berhati-hati saat melakukan pendistribusian logistik Pemilu 2024 dari gudang utama menuju gudang transit yang ada di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung

Ada Kerusakan Logistik Pemilu, Bawaslu Kab Bandung minta KPU Lebih Berhati-hati
Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Kahpiana

INILAHKORAN,Soreang-Badan Pengawan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) lebih berhati-hati saat melakukan pendistribusian logistik Pemilu 2024 dari gudang utama menuju gudang transit yang ada di 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. Pasalnya, ada beberapa kerusakan kotak dan surat suara akibat terkena air hujan.

"Saat distribusi logistik itu harus ekstra hati-hati. Berdasarkan temuan kami, ada beberapa kerusakan karena terpal atau penutup truk pengangkut logistik ini bocor. Sehingga, ada kotak suara dan kotaknya rusak karena tergenang air. Itu terjadi di Kecamatan Paseh," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Kahpiana di Soreang, Jumat 2 Februari 2024.

Menurut Kahpiana, kotak suara yang rusak adalah untuk Capres/cawapres yang tidak tersegel untuk TPS 32 dan 37 di Desa Sukamanah, TPS 49 Desa Sukamantri dan satu kotak DPD RI plastik mikanya terlepas untuk TPS 17, di Kecamatan Paseh. Kemudian, adapun surat suara yang rusak saat distribusi terkena hujan akibat penutup atau terpal armadanya bocor juga terjadi di Kecamatan Paseh, yakni kotak suara tergenang air sehingga surat suara didalamnya pum ikut terendan itu untuk TPS 13 Desa Mekarpawitan.

"Padahal kami terus mewanti-wanti terkait dengan logistik ini pihak KPU agar lebih berhati-hati. Memang ini pergeseran logistik dalam jumlah besar dan memerlukan tenaga ekstra, namun tetap harus mengedepankan prinsip ke hati-hatian,"ujarnya.

Kahpiana melanjutkan, jika KPU tidak mengindahkan saran agar lebih berhati-hati ini, bisa saja jumlah kerusakan logistik pemilu ini terus bertambah banyak. Karena memang hingga saat ini proses pergeseran logistik pemilu masih berlangsung. Kata dia, paling tidak KPU melakukan evaluasi pada armada pengangkutan logistik. Jangan sampai terjadi lagi ada kerusakan logistik pemilu akibat terkena air hujan.

"Sampai kemarin itu, distribusi dari gudang utama ke gudang transiti itu baru mencapai 43 persen. Selain itu, kami juga meminta KPU agar memerhatikan keamanan dan kelayakan gudang transit ini. Harus dijaga 24 jam, serta keamanan gedungnya harus dipastikan aman, soalnya kami menemukan gudang transit di Kecamatan Pasirjambu kondisinya mengkhawatirkan, jendelanya rusak-rusak dan pintunya pun enggak baik, ini harus diperhatikan," katanya.

Kahpiana menegaskan, jika logistik pemilu itu harus benar-benar aman, tidak boleh ada kerusakan. Karena logistik pemilu berupa kotak dan surat suara ini adalah fasilitas utama pelaksanaan pemungutan suara. Sehingga, harus dipastikan dalam kondisi yang baik.


Editor : Ahmad Sayuti