Akhir Tahun, Bima Rombak Ratusan ASN
Menutup 2019 ini, Pemkot Bogor di bawah kepimpinanan Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan perombakan besar-besaran aparatur sipil negara (ASN). Sebanyak 496 pejabat dirotasi dan promosi ke jenjang jabatan baru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Menutup 2019 ini, Pemkot Bogor di bawah kepimpinanan Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan perombakan besar-besaran aparatur sipil negara (ASN). Sebanyak 496 pejabat dirotasi dan promosi ke jenjang jabatan baru.
Total, ada 18 kepala OPD di lingkungan Pemkot Bogor yang mengalami perombakan karea dirotasi, promosi, atau berubah nama nomenklatur. Nomenklatur yang berubah nama yakni Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Dody Ahdiat menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Inspektur Kota Bogor Pupung W Purnama menjadi Inspektur Daerah Kota Bogor dan kepala Badan Kepegawaian dan Pendayagunaan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) M Taufik menjadi kepala Badan Kepegawaian dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Sedangkan, kepala OPD yang digeser yakni Asisten Pemerintahan Hanafi mengisi kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda), yang sebelumnya diisi Erna Hernawati yang eksodus ke Asisten Umum Setda Kota Bogor. Jabatan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang sebelumnya dijabat Eko Prabowo, diestafet ke tangan kepala Satpol PP Hery Karnadi. Eko sendiri dipercaya duduk menjadi kepala Dinas Perhubungan (Dishub) yang tengah dihantui program-program mandek.
Sedangkan, kepala Dishub Rakhmawati digeser ke kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk-KB) menggantikan Lilies Sukartini yang pindah ke Staf Ahli bidang Ekonomi dan Keuangan. Anas Rasmana sebelumnya menjabat kepala Dinas Koperasi dan UMKM digeser ke posisi Dinas Ketahanan Pangan. Posisinya digantikan Samson Purba, yang sebelumnya kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Mantan kepala DLH, Elia Buntang dipercaya mengisi kepala Disnaker.
Lalu, Anggraeni Iswara yang sebelumnya menjabat kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengisi kepala Dinas Sosial (Dinsos), menggantikan Azrin Syamsudin yang pindah ke Staf Ahli Kemas dan SDM. Satu posisi Staf Ahli lainnya diisi Shahlan Rasyidi, mantan kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).
Jabatan Asisten Pemerintahan kini diisi Irwan Riyanto, mantan kepala Dinas Pertanian. Mantan kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Denny Mulyadi, digeser ke kepala BPKAD. Terakhir, posisi Denny Mulyadi digantikan M Firdaus, yang sebelumnya menjabat kepala Diskomifostandi.
Wali Kota Bogor Bima Arya berharap, perombakan besar-besaran ini bisa berdampak positif bagi jalannya roda pemerintahan Kota Bogor pada 2020 mendatang. Apalagi, ia bertekad untuk mengurangi hasil minor tahun lalu, misalnya ada beberapa paket yang gagal lelang.
"Semoga bisa menjalankan tugas dengan baik. Ini beban berat, supaya Kota Bogor lebih baik," singkatnya.
Usai pelantikan Wali Kota Bogor mengajak para ASN yang baru dilantik berkeliling dengan tiga bus Uncal, mereka berkeliling ke tempat-tempat yang tengah dilakukan pembangunan. (Rizki Mauludi)
Editor : Doni Ramdhani


