Akhirnya, Bola Mati Jadi Penolong The Gunners
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
KEMENANGAN tak selalu datang lewat permainan yang mengalir indah. Terkadang, ketika ruang semakin sempit, tenaga mulai terkuras, dan lawan begitu disiplin bertahan, satu detail kecil bisa menjadi pembeda.
Oleh: Bsafaat
Arsenal merasakan betul hal itu saat menjamu Everton di Emirates Stadium, Sabtu (24/10) malam WIB.
Dalam laga yang berjalan alot, The Gunners akhirnya mengamankan kemenangan 2-0. Dua gol yang lahir dari kaki Ezri Konsa dan Gabriel menjadi jawaban atas rapatnya pertahanan Everton sekaligus menegaskan betapa pentingnya situasi bola mati bagi tim besutan Mikel Arteta.
Everton datang bukan untuk memberi Arsenal keleluasaan. Tim tamu menutup ruang dengan disiplin, memaksa tuan rumah bekerja keras untuk menemukan celah.
Arsenal pun tak leluasa menciptakan peluang, dengan hanya mencatatkan empat tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Tantangan itu terasa semakin berat karena Arsenal sedang menghadapi jadwal padat. Pertandingan datang silih berganti dalam rentang waktu sekitar tiga hari, membuat kebugaran pemain menjadi persoalan yang tak bisa diabaikan.
Rotasi di sejumlah posisi pun menjadi salah satu cara Arteta menjaga timnya tetap kompetitif.
Di tengah situasi tersebut, kemenangan atas Everton terasa lebih dari sekadar tambahan tiga poin.
“Ini kemenangan besar buat kami. Ini pekan yang berat dengan jadwal yang harus kami lalui, dengan menit bermain dan pertandingan yang rapat dan silih berganti dengan cepat,” kata Arteta kepada BBC.
“Kami tahu kami menghadapi lawan yang sangat bagus, tapi secara keseluruhan kami menampilkan performa yang bagus dan sepenuhnya pantas untuk menang.” Ketika serangan terbuka tak kunjung menghasilkan banyak peluang, Arsenal menemukan jalan melalui senjata yang selama ini menjadi salah satu andalannya: bola mati.
Gol pembuka Konsa lahir dari situasi sepak pojok. Bola yang masuk ke kotak penalti memicu kemelut sebelum bek tengah itu menyambarnya untuk membawa Arsenal unggul. Gol tersebut menjadi titik balik penting dalam pertandingan yang sebelumnya berjalan begitu ketat.
Gol kedua juga berawal dari sepak pojok. Everton sempat menghalau bola, tetapi situasi itu tetap membuka jalan bagi Gabriel untuk masuk ke kotak penalti lawan dan mencetak gol yang memastikan kemenangan Arsenal.
Dua gol dari pemain bertahan menjadi gambaran bagaimana Arsenal mencari solusi ketika jalur serangan biasa sulit ditembus. Bukan semata soal kreativitas di sepertiga akhir lapangan, melainkan juga kemampuan memaksimalkan detail yang kerap menentukan hasil pertandingan.
Menariknya, gol Konsa merupakan gol pertama Arsenal dari situasi bola mati pada musim ini.
Catatan itu sekaligus menjawab sorotan yang sebelumnya muncul karena The Gunners belum mampu mengubah keunggulan dalam skema set-piece menjadi gol.
Arteta pun menanggapi perubahan tersebut dengan nada santai, seolah ingin mengingatkan bahwa sepak bola selalu menyediakan ruang untuk menjawab kritik.
“Saya harap sekarang orang-orang menikmatinya.
Sebelumnya orang-orang bilang kami belum bikin gol dari set-play, sekarang sudah ada,” ujarnya. (bsf )
Editor : Inilahkoran
