Aksi Meresahkan Masyarakat Kerap Terjadi saat Ramadan, Pemkot Cimahi Usulkan Pemasangan CCTV di Sejumlah Titik
Guna mengantasipasi aksi serupa, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi meminta aparat kewilayahan untuk mengintensifkan pengawasan di lingkungannya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Maraknya aksi perang sarung dan sekelompok remaja yang membangunkan sahur dengan membawa peralatan seperti pengeras suara, drum plastik hingga senjata tajam yang dilakukan saat bulan Ramadan terus menjadi perhatian sejumlah pihak.
Pasalnya, aksi-aksi yang dilakukan sekelompok remaja tersebut kerap meresahkan masyarakat. Bahkan, tak jarang memakan korban.
Guna mengantasipasi aksi serupa, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi meminta aparat kewilayahan untuk mengintensifkan pengawasan di lingkungannya.
“Untuk kewilayahan diminta untuk lebih waspada lagi menjaga wilayahnya. Pak Wali juga sering mengingatkan ke lurah dan aparat di wilayahnya,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat di Setda Kota Cimahi, Maria Fitriani.
Ia mengaku, menyayangkan dengan adanya aksi-aksi meresahkan masyarakat yang dilakukan sekelompok remaja tersebut. Oleh karenanya, Pemkot Cimahi bersama stakeholder terkait, seperti aparat kepolisian bakal terus berkoordinasi guna menjaga kondusifitas di Kota Cimahi.
"Kami bersama pihak kepolisian berkomitmen untuk bersama-sama menjaga Kota Cimahi ini. Termasuk di bulan Ramadan ini, jangan sampai ada kejadian seperti perang sarung dan sebagainya," ujarnya.
Ia menyebut, pihaknya telah mengusulkan untuk memasang kamera CCTV di sejumlah tempat yang rawan terjadi aksi kriminal dan sebagainya di Kota Cimahi.
"Usulan pemasangan CCTV itu sudah masuk ke dalam Musrenbang untuk tahun 2024. Tapi, jika anggarannya memungkinkan, dukungan untuk pemasangan CCTV bisa lebih cepat direalisasikan pada anggaran perubahan 2023," sebutnya.
Seperti diketahui, pada awal Ramadan ini di Kota Cimahi pihak kepolisian sudah mengamankan sekelompok remaja di dua tempat berbeda karena membuat resah masyarakat.
Mereka diketahui hendak melakukan aksi perang sarung dan sekelompok remaja yang membangunkan sahur dengan beragam alat pengeras suara, termasuk membawa senjata tajam. Meski begitu, para remaja itu sudah dikembalikan kepada orang tuanya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

