Aksi Vandalisme di Alun-alun Lembang Jadi Sorotan, Disparbud KBB Khawatirkan Hal ini

Aksi tidak terpuji berupa vandalisme di dinding bangunan Alun-alun Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi sorotan berbagai pihak. Bahkan, sempat viral di media sosial.

Aksi Vandalisme di Alun-alun Lembang Jadi Sorotan, Disparbud KBB Khawatirkan Hal ini

INILAHKORAN, Ngamprah - Aksi tidak terpuji berupa vandalisme di dinding bangunan alun-alun lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi sorotan berbagai pihak. Bahkan, sempat viral di media sosial.

Pasalnya, Alun-alun Lembang yang baru diresmikan Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif mendapatkan catatan negatif lantaran Lembang dikenal sebagai kawasan wisata kendati telah dibersihkan.

Seperti diketahui Alun-alun Lembang baru saja diresmikan oleh Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif pada Jumat 8 Desember 2023. 

Selain dilengkapi dengan taman dan area terbuka untuk bermain anak-anak dan orang tua, Alun-alun Lembang juga dilengkapi dengan fasilitas sarana olahraga, seperti Ring Bola Basket hingga Skate Park yang dapat digunakan oleh kaum zilenial untuk bermain skateboard.

Berdasarkan video yang viral di media sosial, coretan tersebut terpampang jelas di bata merah tempel expose. Coretannya cukup besar dan dibuat dengan pewarna warna putih sehingga terlihat sangat mencolok.

Ironisnya vandalisme itu dilakukan di dekat tulisan Alun-alun Lembang yang kerap dijadikan lokasi berfoto pengunjung atau wisatawan.

"Sangat disayangkan adanya aksi vandalisme itu, apalagi di Lembang yang merupakan daerah wisata dan icon dari Bandung Barat," kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), KBB, David Oot baru-baru ini.

Sebagai daerah yang menjadi tujuan utama wisatawan, ungkap Oot,  semestinya aksi-aksi seperti itu tidak terjadi lantaran bisa mencoreng citra daerah yang pada akhirnya mungkin saja berdampak kepada kunjungan wisatawan. 

"Ketika merasa tidak nyaman atau kotor, pengunjung akan malas berhenti di Alun-alun Lembang," ungkapnya.

Oleh karena itu, sambung Oot, perlu adanya kesadaran bagi masyarakat akan arti penting sadar wisata dengan menjaga kebersihan dan keindahan destinasi. 

"Sebab daerah wisata tidak akan mungkin berkembang jika tidak ada dukungan dari masyarakatnya," ujarnya.

Di Bali misalnya, lantaran masyarakatnya sadar hidup mereka bergantung pada sektor wisata, mereka akan sangat menjaga destinasi wisata yang ada. 

"Supaya wisatawan setelah berkunjung, mereka mau datang kembali dan tidak kapok," ucapnya 

Selain itu, lanjut Oot, perlu ada tindakan tegas terhadap para pelaku vandalisme. Sementara untuk upaya pengawasan dari keamanan sebuah destinasi perlu juga di pasang CCTV bahkan diawasi oleh patroli Satpol PP kewilayahan terlebih itu aset pemerintah daerah.

"Semoga tidak terjadi lagi (vandalisme), yang penting segera diambil tindakan pencegahan untuk mengedukasi masyarakat," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana