Alhamdulillah, Kasus DBD di Jabar Melandai
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Rochady Hendra Setia Wibawa mengatakan, saat ini kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai melandai.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Rochady Hendra Setia Wibawa mengatakan, saat ini kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai melandai.
Tidak seperti puncaknya kata Rochady, pada Desember 2023 hingga Maret 2024 lalu, dimana angkanya selalu merangkak naik di Jabar.
"Kasus DBD di Jawa Barat, per 13 Mei 2024, total terjadi 26.057 kasus dan kematian di 211 kasus. Kalau dilihat, sudah mulai menurun," kata Rochady saat dihubungi INILAH, Senin 20 Mei 2024.
Sejauh ini lanjut Rochady, kasus tertinggi terjadi di Kota Bandung dengan 3.468 kasus dan kematian paling banyak di Kabupaten Bandung, dimana merenggut 30 jiwa akibat DBD.
Mengenai penanganan, hingga saat ini kata dia rumah sakit selalu siap menangani pasien. Meski diharapkan paling utama adalah bagaimana masyarakat melakukan pencegahan, dengan menjaga kebersihan lingkungan.
Sebab diakuinya, tanpa peran aktif dari masyarakat, kasus DBD tidak akan pernah berakhir. Sehingga menjaga kebersihan menjadi paling utama, mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti selaku pembawa penyakit DBD.
"Rumah sakit selalu siap menangani pasien DBD. Tapi terpenting, kami perlu peran masyarakat karena sumber penularan terjadi di daerah masing-masing," tandasnya. (Yuliantono)***
Editor : JakaPermana

